![]() |
| Pengemudi Go-Jek yang ditembak di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 13 Februari 2016. (Foto: dok. Sindo News)) |
(RajaDumay.com) --- Seorang pengemudi Go-Jek ditembak orang tak dikenal di Jalan Kemang Utara, Mampang, Jakarta Selatan pada Sabtu (13/2). Saat ini, korban dibawa rekan-rekannya di RS JMC, Warung Buncit, Jakarta Selatan.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, penembakan itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu pengemudi Go-Jek bernama Rio itu ditembak di samping Yayasan Seni, Fine Arts Foundation.
"Korban tidak sedang bawa penumpang waktu kejadian. Anggota sedang dalam pengembangan pelaku," terangnya.
Selain luka tembak, pengemudi Go-Jek yang bernama Reonaldo Agustin (27) itu juga mengalami tiga luka robek di kepalanya.
Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Audie Latuheru mengatakan, kalau sesaat sebelum terjadi letusan korban dan pelaku itu sempat terlibat cekcok. Korban sempat dipukuli pelaku di depan toko susu Jalan Kemang Utara, nomor 55, RT 02/04, Bangka, Mampang, Jaksel.
Warga: Penembak Go-Jek Bawa Senpi Silver
Salah satu warga, Adi (30) mengatakan, kalau pelaku yang melepaskan tembakan ke pengemudi Go-Jek, Reonaldo Agustin itu membawa senjata api berwarna silver. Bahkan, senpi itu tampak lebih besar sedikit dari pistol seperti yang dimiliki polisi.
Adi (30) mengatakan, saat kejadian, dia tengah menjaga konter handphonenya yang berada persis di depan lokasi kejadian. Maka itu, dia pun melihat kronologis pengemudi Go-Jek itu baku hantam dengan pelaku.
Saat itu, dia melihat kalau pengemudi Go-Jek itu ditodong senjata api berwarna silver. Tak lama, dia mendengar adanya suara letusan disusul dengan teriakan korban yang meminta tolong pada warga.
"Saya saja takut mau menolong pas lihat ada pistol warna silver itu. Bentuk pistolnya sedikit lebih besar dari pistol punya polisi," ujarnya pada wartawan di lokasi, Sabtu (13/2).
"Polisi kan sempat nanya ke saya sambil unjukin pistol miliknya, ditanya seperti ini ga bentuknya? Saya jawab besaran dikitlah. (Penglihatan) Saya kan fokusnya sama senpi itu dan korban. Siapa yang ga serem lihat pistol," imbuhnya.
Meski korban sempat berteriak meminta tolong, kata Adi, warga dan pemilik warung nasi goreng, pecel, dan martabak yang ada di depan lokasi kejadian pun enggan menolong korban lantaran takut.
"Baru setelah pelaku pada kabur dan korban sudah jatuh itu sama warga ditolongi dan diangkat ke Gedung Yayasan Seni yang disamping lokasi itu. Motor korban juga ikut diamanin disitu dahulu," katanya.
Tak selang berapa lama, tambah Adi, korban pun dibawa ke RS JMC, Jakarta Selatan untuk ditolong dan polisi pun berdatangan ke lokasi kejadian menanyakan kronologis peristiwa tersebut.
Solidaritas Go-Jeg
Di hari itu juga, ratusan pengemudi Go-Jek memadati pelataran Rumah Sakit Jakarta Medical Centre (JMC). Mereka berkumpul untuk menunggu rekannya. Bahkan, mereka pun patungan untuk membantu biaya perawatan rekannya itu.
Salah satu koordinator, Jay mengatakan, kalau aksi solidaritas itu wujud kepedulian sesama driver Go-Jek.
Maka itu, mereka mengumpulkan uang sebanyak Rp10.000 hingga Rp50.000 untuk membantu biaya perawatan rekannya itu.
"Kita gak bisa sebut nominalnya, Insya Allah bisa bermanfaat buat korban," ujarnya di RS JMC, Jakarta Selatan, Sabtu (13/2).
Jay pun mengingatkan, agar ratusan driver Go-Jek yang membanjiri pelataran RS JMC itu untuk bersikap tertib.
Dia pun meminta agar ratusan pengemudi itu tidak berbuat nekat mencari pelaku yang menembak korban.
Pasalnya, kawan-kawan korban menduga kalau korban sengaja dilukai oleh orang yang tak suka dan iri hati pada pengemudi Go-Jek hingga terjadi kejadian tersebut.
"Ini kriminal murni. Saya harap kawan-kawan tetap hati-hati di jalan dan jangan bawa dendam. Biar polisi yang mengusut kasus ini," katanya dihadapan ratusan Go-Jek.
(Sumber: SindoNews.com)


0 komentar:
Posting Komentar