![]() |
| Kalijodo. (Foto: Merdeka.com) |
Kawasan yang identik dengan judi, preman dan prostitusi ini banyak disebut setelah peristiwa nahas yang dialami pasangan suami istri, Zulkafli (31) dan istrinya Nur Aini (28). Keduanya meninggal setelah ditabrak mobil Toyota Fortuner yang disopiri Riki di Jalan Daan Mogot KM 15, Kalideres, Jakarta Barat, 8 Februari lalu.
Setelah diusut, diketahui, Riki si sopir 'Fortuner Maut' baru saja menghabiskan malam di lokasi hiburan malam di Kalijodo.
Ide penggusuran kalijodo pun muncul. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun sepakat dan bertekad menertibkan kawasan ini meski menuai sejumlah tantangan.
Ada sejumlah alasan mengapa Kalijodo perlu ditertibkan. Ahok menyebut Kalijodo adalah kawasan untuk ruang terbuka hijau, sedang Komisaris Besar Krishna Murti menyatakan, Kalijodo memunculkan praktik korup.
Berikut 4 alasan kawasan Kalijodo perlu ditertibkan yang dirangkum Liputan6.com:
1. Melanggar Undang-Undang
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menegaskan tidak ada lagi alasan tetap membiarkan permukiman dan lokalisasi Kalijodo. Menurut dia, lokasi hiburan malam tersebut merupakan area hijau yang harusnya menjadi ruang terbuka publik.
"Jadi, kasus Kalijodo itu sebenarnya dalam Undang-Undang Pokok Agraria, sudah melanggar," ujar Ahok, Rabu (17/2).
Ahok menyatakan, tidak akan ada dialog atau kompromi terhadap penutupan area lokalisasi Kalijodo.
Menurut Ahok, walaupun warga Kalijodo mempunyai sertifikat, pemerintah tetap dapat membongkar bangunan itu. Ahok menyarankan agar para pengusaha hiburan di Kalijodo menggugatnya ke jalur hukum bila merasa dirugikan.
2. Prostitusi Tidak Bisa Ditoleransi
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin angkat bicara soal rencana pembongkaran kawasan lokalisasi Kalijodo. Ia mengatakan, prostitusi adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan agama.
3. Mensos Siapkan 2 Lokasi
Kementerian Sosial (Kemensos) memberi 2 pilihan untuk [pekerja seks komersial (PSK) di Kalijodo yang akan ditertibkan dalam waktu dekat ini.
"Kita sudah komunikasikan pada PSK, mereka bisa memilih pelatihan keterampilan profesional atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan garmen di Boyolali," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di kawasan Kalijodo, Jakarta, Rabu (17/2/2016).
Dua opsi yang ditawarkan Khofifah itu dibiayai penuh Kemensos.
4. Ajang Praktik Korupsi
Sebagai kawasan perjudian, Kalijodo tentu saja ini menjadi magnet bagi oknum aparat. Simbiosis bos judi dan oknum aparat pun terjadi.
Kombes Pol Krishna Murti dalam bukunya 'Geger Kalijodo' menceritakannya secara gamblang dalam pola-pola penyelesaian cepat dan terukur dalam meredam setiap muncul konflik antarkelompok di kawasan tersebut.
Dalam bukunya Krishna menyebut Kalijodo sebagai ATM Nasional. Duit ratusan juta berputar di kawasan ini. Oknum aparat tentara, polisi, maupun pemda satu per satu datang ke Kalijodo untuk mengambil "jatah mel".
Para pengelola judi tak segan-segan memberikan sedikit keuntungannya kepada oknum polisi, tentara, maupun aparat pemda. "Ibaratnya, semua lapisan ikut menikmati 'uang panas' tersebut," tulis Krishna dalam bukunya.
Satu bulan menjabat sebagai Kapolsek, dia mengamati ada anak buahnya yang kerap singgah ke Kalijodo. Namun, tidak sampai ke lokasi perjudian, hanya sampai mulut Gang Kambing. Di sana oknum tersebut menerima 'jatah' yang diberikan dari pelapak judi.
"Uang itulah yang mereka gunakan untuk menambah biaya patroli atau uang tambahan kopi dan rokok," kata Krishna.
Meski satu per satu oknum aparat menerima 'jatah mel', apabila muncul kerusuhan di Kalijodo, tidak ada satu pun aparat yang membantu memadamkan kerusuhan kecuali Polsek Penjaringan yang membawahi kawasan tersebut.
"Jadi boleh dikatakan, rezeki banyak dibagi, tetapi polsek ketiban sampur," ujar Krishna.
Lain dulu, lain sekarang. Selepas dia meninggalkan Polsek Penjaringan, dia tidak mengetahui lagi denyut kehidupan kelam Kalijodo.
"Itu zaman dahulu, bukan zaman sekarang, berdasarkan penelitian bagaimana meredam konflik di Kalijodo," kata Krishna di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 16 Februari 2016.
(Sumber: Liputan6.com)


0 komentar:
Posting Komentar