| Jet Rusia lancarkan serangan di Suriah dukung pasukan Pemerintah Suriah. (Foto: Dok. Hngn.com) |
Blok oposisi utama
Suriah pada Selasa (2/2) memberi peringatan kepada delegasi pemerintah yang ada
di Jenewa tentang serangan Senin yang bertentangan dengan tuntutan oposisi. Mi’raj Islamic News Agency
(MINA) memberitakannya.
Salim Al-Muslet, juru
bicara Komite Negosiasi Tinggi (HNC), kelompok negosiator oposisi Suriah,
mengatakan, oposisi sedang menunggu reaksi terhadap perkembangan di Aleppo dan
provinsi lainnya di Suriah.
"Sangat
penting bagi kami untuk melihat pencabutan pengepungan terhadap anak-anak yang kelaparan
sampai mati," katanya di Jenewa.
Al-Muslet
mengatakan, sejak Senin malam, pembantaian besar terjadi di Suriah dan tidak
ada yang melakukan atau mengatakan apa-apa.
"Kami tidak
tahu apakah masyarakat internasional benar-benar buta atau mereka tidak ingin
melakukan apa pun. Kami di sini untuk mengetahui, apakah mereka tertarik untuk
melakukan apa pun," katanya.
Dalam pernyataannya
itu, HNC mengutuk serangan di Aleppo dan mengatakan, itu menunjukkan pemerintah
Presiden Bashar Al-Assad tidak berkomitmen untuk menemukan resolusi damai untuk
konflik.
Lembaga pemantau Observatorium
Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris menegaskan pada Selasa, laporan dari
Aleppo menyebutkan, setidaknya 270 serangan udara telah didokumentasikan dalam
24 jam terakhir.
Kelompok pemantau
khusus Suriah itu mengatakan, sedikitnya 11 warga sipil, termasuk dua relawan
Bulan Sabit Merah, tewas dalam serangan. Sementara 39 tentara pemerintah dan milisi
oposisi tewas.
Kemajuan militer Suriah
di Aleppo membuka jalan bagi pasukan Assad untuk merebut kembali kota-kota besar
Suriah seperti Hardatnein, Tal Jibbeen dan Deir Zaitoun.
(Sumber: MirajNews.com/id)

0 komentar:
Posting Komentar