1.400 Pasukan Oranye Cari Limbah Kabel di Gorong-Gorong Jakarta

"Pasukan Oranye" bekerja mengeluarkan limbah kabel hingga 15 truk. (Foro: Harian Nasional/Yosep Arkian)
(RajaDumay.com) --- Temuan limbah kabel di saluran air di Jalan Medan Merdeka Selatan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hingga 15 truk limbah kabel dikeluarkan dari gorong-gorong.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan, sebanyak 1.400 "Pasukan Oranye" akan dikerahkan untuk membersihkan dan mencari lokasi-lokasi yang diduga berkondisi serupa. 

Dari hasil pembersihan, petugas tak hanya menemukan limbah kabel dalam saluran air, sejumlah benda tajam turut menyumbat aliran. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat genangan dan juga banjir terjadi. 

Namun, Teguh belum mengetahui pihak yang dianggap bertanggung jawab terkait persoalan tersebut. "Terus terang siapa oknumnya kami belum mengetahui. Kami tugasnya membersihkan saluran, bukan memberi perizinan menggali saluran," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/3). 

Teguh mengatakan, temuan limbah-limbah kabel telah mencapai 15 truk. Usai pembersihan dilakukan, ia berharap genangan tak lagi terjadi. "Semog aja (tidak ada genangan) karena kami sudah maksimal," katanya. 

Lantaran dianggap sebagai upaya sabotase, Dinas Tata Air DKI Jakarta telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Metro Jaya. Kepolisian diharapkan mampu mengusut, termasuk memastikan, siapa yang bertanggung jawab atas temuan limbah kabel dan senjata tajam di saluran air. "Sekarang barang bukti ada di kantor Sudin (Suku Dinas) Tata Air Jakarta pusat," tuturnya. 

Sementara terkait pencegahan banjir, menurut Teguh, Dinas Tata Air akan membagi beban air di Kanal Banjir Barat dan Kali Ciliwung. Selain itu, pengawasan di pintu air juga dimaksimalkan. Ia berharap upaya tersebut mampu mencegah praktik sabotase di pintu air.

Ihwal dugaan sabotase di pintu air, yakni penutupan Pintu Air Manggarai, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram. Ahok, Basuki biasa disapa, telah menginstruksikan agar Pintu Air Manggarai tetap dibuka selama 24 jam. 

"Saya sudah bilang, kalau sudah di buka, Manggarai jangan ditutup. Gak ada urusan, harus bagi air rata," ujarnya. Menurut Ahok, prosedur tetap (protap) yang digunakan petugas pintu air telah usang, yakni di buat Belanda pada 1973. 

"Tahun 1973 itu belum ada Waduk Pluit, belum ada (Pintu Air) Pasar Ikan, Gunung Sari belum di sheetpile, Pintu Air Manggarai belum di tambah satu. Dia (petugas pintu air) main tutup saja. Jangan di tutup-tutup, biarin mengalir," ungkapnya.

(Sumber: Harnas.co)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar