![]() |
| Pasukan Katak lakukan penyelidikan di gorong-gorong sekitar Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/3). (Foto: dok. Kompas.com) |
Penyusuran dimulai dari saluran Phb (Penghubung) Abdul Muis. Dari sana, pasukan Katak masuk dan menemui tiga buah gorong-gorong berdiameter 1 meter.
Setelah diamati, ada salah satu gorong-gorong yang berasal dari arah Istana, yang kondisinya lumpuh karena lumpur keras.
Dengan senter, beberapa pasukan Katak yang turun sempat mengamati. Lumpur keras itu menyumbat hampir 80 persen diameter gorong-gorong.
Di belakang lumpur keras itu, tidak terlihat air, hanya tanah sejauh mata memandang. Tidak diketahui sejak kapan saluran air dari arah Istana itu mampet.
Kemudian, dua gorong-gorong depan Gedung Berdikari, disusuri. Lorong ini, juga punya cabang ke arah Istana. Dari 12 orang, dibagi tiga orang masuk.
Kompas.com hanya dapat sampai dimulut gorong-gorong, karena untuk masuk perlu baju selam khusus dan tabung oksigen.
Setelah beberapa menit, tiga anggota pasukan Katak keluar. Laporan pandangan mata mereka ternyata menemukan lumpur yang sama seperti yang dilihat di salah satu gorong-gorong arah Istana, yang lumpuh akibat lumpur keras.
"Keluarnya di depan Istana karena yang ke arah Istana mentok ada lumpur keras. Sudah ditutupi sekitar 80 persen, makanya kita langsung naik," kata seorang pasukan Katak, di lokasi, Kamis (3/3/2016).
Ia mengatakan, untuk masuk ke gorong-gorong dilakukan dengan cara merayap seperti sedang berenang. Kondisi gorong-gorong depan Gedung Bidakara juga setengahnya digenangi air.
Ia mengaku tak menemukan benda asing yang menyumbat gorong-gorong selain lumpur dan sampah.
"Benda asing enggak ada," kata dia.
(Sumber: Kompas.com)


0 komentar:
Posting Komentar