![]() |
| Al Shabab Somalia. (Foto: Reuters) |
(RajaDumay.com) --- Kelompok bersenjata
Somalia Al-Shabab membantah 150 pejuangnya tewas oleh serangan pesawat tanpa
awak (drone) Amerika Serikat (AS) dan menuding Washington berbohong kepada dunia.
Dikutip dari Mirajnews.com, sebelumnya pada
Senin (7/3), Departemen Pertahanan AS di Washington mengumumkan, drone AS
menewaskan lebih dari 150 anggota Al-Shabab di kamp pelatihan Raso, Somalia
selatan.
"Amerika
sedang bermimpi. Kami tidak pernah mengumpulkan banyak pejuang kami di satu
tempat. Kami tahu situasi keamanan," kata Juru Bicara Al-Shabab Abdulaziz
Abu Musab kepada Al Jazeera dalam panggilan telepon pada Selasa (8/3).
Abu Musab mengakui
serangan drone AS itu terjadi di lokasi yang mereka sebutkan, tapi ia
menegaskan bahwa jumlah korban yang disebutkan AS kepada dunia adalah bohong.
Serangan udara
drone terjadi pada Sabtu di sebuah kamp, sekitar 130 km dari bandara Baledogle
di wilayah Lower Shabelle, basis utama untuk pasukan misi penjaga perdamaian
Uni Afrika AMISOM.
Tentara Amerika juga
hadir di basis Belidogle.
Al-Shabab pada 15
Januari menyerang dan berhasil menguasai basis AMISOM di El Adde, barat daya
Somalia. Kelompok ini menewaskan puluhan tentara Kenya dan menangkap beberapa
prajurit.
Kelompok ini juga pernah melakukan serangan fajar
serupa di pangkalan Uni Afrika pada September 2015, menewaskan 20 tentara Uni
Afrika.


0 komentar:
Posting Komentar