| (Foto: dok Edno Bariso) |
(RajaDumay.com) --- Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyepakati perjanjian Hudaibiyah dengan kaum Quraisy Makkah, kaum Muslimin merasa terpukul karena harus kembali ke Madinah tanpa melakukan umrah terlebih dahulu.
Umar bin Khaththab radiyallahu 'anhu mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk menyatakan keberatannya atas syarat-syarat yang menurutnya amat merugikan kaum Muslimin.
Umar mengisahkan bahwa ia menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan melontarkan pertanyaan, “Bukankah engkau benar-benar Nabi yang diutus oleh Allah?” Rasulullah Shallallahu 'Alahi Wasallam mengiyakan.
Umar bertanya lagi, “Lalu kenapa kita merendahkan agama kita?”
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, “Aku adalah utusan Allah, aku tidak akan melanggar perintah-Nya, dan Dia adalah penolongku.”
“Bukankah engkau pernah mengatakan bahwa kita akan mendatangi Baitullah (Ka’bah) dan melakukan tawaf di sana?”
Jawab Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, “Betul, tapi apakah aku pernah mengatakan kepadamu bahwa kita akan mendatangi tahun ini?”
Umar menjawab, “Tidak.”
Rasul berkata, “Engkau akan mendatanginya dan melakukan thawaf di sana.”
Tidak puas dengan jawaban Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Umar kemudian mendatangi Abu Bakar dan bertanya padanya, “Wahai Abu Bakar, bukankah dia benar-benar Nabi utusan Allah?”
Abu Bakar mengiyakan. Umar pun bertanya lagi, “Bukankah kita berada di jalan yang benar dan musuh kita di jalan yang salah?” Abu Bakar kembali mengiyakan.
Umar bertanya lagi, “Kalau begitu kenapa kita merendahkan agama kita?”
“Hai Umar, dia adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Tidak mungkin dia melanggar perintah Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah penolongnya. Tetaplah taat kepadanya, demi Allah, dia berada di jalan yang benar.”
Umar terus bertanya, “Bukankah dia pernah mengatakan bahwa kita akan mendatangi Baitullah (Ka’bah) dan melakukan tawaf di sana?”
Abu Bakar menjawab, “Betul, tapi apakah dia pernah mengatakan kepadamu bahwa kita akan mendatanginya tahun ini?”
Saya menjawab, “Tidak.”
Abu Bakar berkata, “Engkau akan mendatanginya dan melakukan thawaf di sana.”
Ini merupakan salah satu keajaiban ilham yang diberikan kepada Abu Bakar, jawabannya persis sama dengan jawaban Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, padahal Abu Bakar tidak mendengar dialog Umar dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebelumnya.

0 komentar:
Posting Komentar