(RajaDumay.com) --- Jika
Palestina belum merdeka dari penjajahan otoritas Israel, maka selama itu pula
Masjid Al-Aqsha terancam pemusnahan.
Hal itu diungkapkan oleh dai muda Indonesia yang aktif di
bidang pendidikan remaja, Erick Yusuf melalui pesan singkat kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jakarta,
Ahad (6/3).
Pemikiran Erick tersebut mengomentari dilaksanakannya Konferensi
Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jakarta
pada 6-7 Februari mulai hari ini.
Acara yang fokus membahas isu kemerdekaan Palestina dan kota
suci Yerusalem itu dihadiri oleh 55 negara.
“Jika tidak mendukung kawasan Palestina untuk merdeka dan
terjadi perdamaian di kawasan tersebut, kondisi Al-Aqsha akan terus seperti ini,”
kata Erick, merujuk pada kondisi Masjid Al-Aqsha yang terancam untuk
diruntuhkan oleh Pemerintah Israel dan diganti dengan pembangunan Kuil Solomon
(Sulaiman) bagi umat Yahudi.
Pimpinan Lembaga Dakwah Kreatif ini berharap, KTT Luar Biasa
OKI kali ini bukan sekedar acara silaturahim bagi para pemimpin dunia, tapi
bisa melahirkan langkah-langkah yang nyata.
“(KTT ini) Terutama bagaimana menjelaskan kembali posisi
kebijakan dan keberpihakan Pemerintah Indonesia terhadap Palestina,” katanya.
Menurutnya, “kemerdekaan Palestina dan kebebasan Al-Aqsha”
adalah satu paket yang harus diperjuangkan.
“Delegasi Palestina (tentunya) mereka berharap peran politik
Pemerintah RI untuk menggalang OKI dan negara-negara multilateral bisa menekan
Amerika Serikat dan Israel. Diaspora Palestina terus berkembang juga, yang bisa
memberikan tekanan media dan publik,” ujarnya.


0 komentar:
Posting Komentar