![]() |
| Pimpinan Gerakan Marada, Anggota Parlemen Suleiman Tony Frangieh. (Foto: dok. Nahar Net) |
(RajaDumay.com) --- Pimpinan Gerakan Marada, Anggota Parlemen Suleiman Tony Frangieh
pada Kamis (3/3) menyesalkan pelabelan Hizbullah sebagai organisasi teroris
oleh negara-negara Arab.
"Hizbullah sebagai gerakan perlawanan membuat Lebanon
dan Arab bangga," kata Frangieh dalam ciutannya di Twitter.
Menurutnya sangat disayangkan jika Hizbullah menjadi target
orang-orang Arab yang hanya membuat tenang musuh mereka, yaitu Israel. Demikian Mi’raj Islamic News Agency (MINA) memberitakannya.
Sebelumnya Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada Rabu memasukkan Hizbullah
ke dalam daftar hitam "organisasi
teroris", sehari setelah Pimpinan Hizbullah Hassan Nasrallah menuduh Arab
Saudi menekan Lebanon untuk membungkam partainya.
GCC menuding kelompok yang pernah berperang dengan Israel
pada 2006 itu melakukan tindakan “teroris dan hasutan” di Suriah, Yaman dan
Irak, serta mengancam keamanan Arab.
Ketegangan meningkat di Lebanon pekan lalu ketika Arab Saudi
mengumumkan penghentian bantuan untuk tentara dan pasukan keamanan Lebanon
senilai $ 4 miliar.
Keputusan itu diikuti oleh travel warning yang dikeluarkan oleh Arab Saudi dan lima negara
Teluk lainnya (Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrai, Kuwait dan Oman) terhadap
Lebanon.
Keputusan daftar hitam juga dikenakan terhadap beberapa
individu dan perusahaan Lebanon atas dugaan memiliki hubungan dengan Hizbullah.
Arab Saudi telah mengaitkan langkah negara Teluk dengan
penolakan Lebanon untuk bergabung bersama Liga Arab dan Organisasi Kerjasama
Islam (OKI) mengutuk serangan terhadap misi diplomatik dan kedutaan Arab Saudi
di Iran.
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar