![]() |
| Tulisan "Open The Borders" (buka perbatasan) di sebuah tenda pengungsi di Kamp Idomeni, Yunani, perbatasan dengan Macedonia. (Foto: Reuters/Alexandros Avramidis) |
(RajaDumay.com) --- Badan pengungsi PBB, UNHCR mengatakan pada Sabtu (5/3),
mereka mengalami kesulitan menyediakan layanan penting untuk lebih dari 10.000
migran dan pengungsi di sepanjang perbatasan Yunani dengan Macedonia.
Berbicara kepada Anadolu
Agency di kota Idomeni, Yunani, Juru Bicara UNHCR Babar Baloch mengatakan, kamp-kamp pengungsi di
perbatasan hanya memiliki kapasitas 1.600 orang.
"Ada lebih dari 10.000 orang, termasuk perempuan dan
anak-anak di sini, dan kami mengperkirakan lebih banyak lagi. Kami mengalami kesulitan
menyediakan makanan dan layanan kesehatan," kata Baloch.
Dia menambahkan bahwa sebagian besar pengungsi berasal dari
Irak dan Suriah dan telah menggunakan semua sumber daya yang lembaga sediakan.
Jadi sekarang lembaga itu menghadapi kebuntuan yang tak terduga.
Seorang pengungsi Suriah bernama Abdulmecid mengatakan ia
telah menunggu 19 hari di kamp untuk menyeberangi perbatasan.
Otoritas Yunani telah ditekan agar mempersiapkan tempat bagi
pengungsi yang tersisa di Yunani untuk waktu yang lebih lama, di saat negara
sepanjang rute Balkan ke Eropa memperketat kontrol perbatasan.
Macedonia dan negara-negara Balkan lainnya menerapkan peraturan
baru berlaku dengan membatasi penerimaan migran untuk 500 hari.
Peraturan ketat itu menyebabkan terjadi penumpukan
tajam pengungsi di Yunani, sekarang sudah lebih dari 22.000 orang.


0 komentar:
Posting Komentar