![]() |
| Kholoud Suleiman (21) dan bayi keduanya Rima, bayi ke-5.000 yang lahir di klinik bersalin kamp pengungsi Zaatari, Yordania. (Foto: Reuters) |
(RajaDumay.com) --- Kamp pengungsi Zaatari di Yordania merayakan kelahiran bayi ke-5.000 di klinik persalinan kamp dengan memberikan mawar merah kepada semua ibu.
Bayi yang diberi nama Rima, lahir pada Selasa (1/3), adalah
anak kedua dari pasangan Khouloud Ahmad Suleiman (21) dan suaminya Mohammad
Salameh (22).
Anak pertama yang berusia dua tahun, juga lahir di Zaatari,
kamp di Yordania yang menampung sekitar 80.000 pengungsi Suriah. Demikian Mi’raj Islamic News Agency (MINA) memberitakan.
Khouloud dan Mohammad berasal dari Deraa di selatan Suriah.
Mereka meninggalkan negaranya masing-masing dua dan tiga tahun yang lalu, hingga
menikah di Yordania pula.
Khoulod mengatakan kelahiran Rima berjalan baik dan bayinya
itu menerima semua perhatian medis dan bantuan yang diperlukan.
Mohammad memiliki pekerjaan, padahal warga Suriah tidak
diizinkan bekerja di Yordania, tapi di kamp banyak warga Suriah yang bekerja di
pekerjaan informal.
Mohammad bekerja 12 jam sehari tanpa libur di sebuah toko
yang mendapatkan hanya $ 211 (sekitar Rp2.800.000) per bulan untuk mendukung keluarganya sebanyak enam
orang.
Dr Rima Diab yang telah membantu lahirnya 5.000 bayi di
klinik yang didukung oleh Dana Kependudukan PBB (UNFPA).
Dr Diab mengatakan, rata-rata enam bayi lahir dengan normal setiap
hari dan belum ada kematian ibu di klinik itu.
Jika ada komplikasi atau keadaan darurat, termasuk operasi
caesar, ibu bayi akan dibawa ke rumah sakit lapangan di kamp Maroko.
Kadang-kadang, jika kasus memburuk atau jika bayi yang baru
lahir membutuhkan perawatan intensif, mereka kemudian dibawa ke rumah sakit
Mafraq, di luar kamp yang dijaga ketat.
Semua perawatan di klinik disediakan secara gratis.
Menurut PBB, dari 635.000 pengungsi yang terdaftar di
Yordania, sekitar 16.000 hamil pada satu waktu.
(Sumber: MirajNews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar