![]() |
| Pasukan Hizbullah Lebanon. (Dok. The Daily Beast) |
(RajaDumay.com) --- Negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) sepakat
menggolongkan gerakan bersenjata Hizbullah Lebanon sebagai organisasi
"teroris".
Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif Al-Zayani mengatakan pada
Rabu (2/3), enam Kerajaan Teluk melakukan langkah itu karena Hizbullah dianggap
merekrut orang-orang muda dari Teluk untuk melakukan aksi teroris. Demikian Mi’raj Islamic News Agency (MINA) memberitakannya.
Hizbullah adalah organisasi politik berpaham Syiah yang
memiliki sayap bersenjata. Kelompok itu ikut berperang di negara tetangga
Suriah untuk mendukung pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad.
Sementara GCC sendiri didominasi oleh negara yang berpaham
mayoritas Sunni seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat
Arab.
Negara-negara Teluk telah mengambil serangkaian tindakan
terhadap Hizbullah sejak Arab Saudi pada bulan lalu menghentikan program dana
hibah $ 4 miliar untuk perlengkapan militer dari Perancis ke Lebanon.
Hizbullah yang didukung oleh Iran, hubungannya telah
memburuk tahun ini.
Iran dan Arab Saudi saling bertentangan sebagai pendukung
kedua pihak di dalam konflik Suriah dan Yaman.
Pejabat Arab Saudi yang berbicara anonimitas mengatakan, Pemerintah
Riyadh akan melakukan peninjauan ulang komprehensif tentang hubungannya dengan
Republik Lebanon".
Pejabat itu secara khusus menyebutkan tentang penolakan Lebanon
untuk bergabung dengan Liga Arab dan OKI dalam mengencam serangan terhadap misi
diplomatik dan kedutaan Saudi di Iran pada Januari 2016.
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar