![]() |
| Ilustrasi Muslimah Perancis. (foto: dok. Extremismalert.com) |
(RajaDumay.com) --- Menteri Hak-Hak Perempuan Perancis Laurence Rossignol menyamakan
wanita Muslim berjilbab dengan warga Amerika "Negro" yang menerima
perbudakan, dalam sebuah wawancara dengan media Perancis.
Komentar Rossignol dalam wawancaranya dengan radio RMC dan
BFM TV Perancis, memicu tuduhan rasisme pada Rabu (30/3).
Dikutip dari Al Jazeera, di media sosial diluncurkan sebuah petisi yang menyerukan menteri
perempuan itu untuk mengundurkan diri.
Hanya dalam beberapa jam, petisi mengumpulkan lebih dari
10.000 tanda tangan.
Rossignol adalah seorang tamu pada program yang membahas
industri fashion Islam.
Padahal di media sosial kemudian banyak yang mengungkapkan bahwa
Rossignol sebelumnya mendirikan sebuah koalisi anti-rasis, SOS Racisme.
Perancis memiliki minoritas Muslim terbesar di Eropa dan memberlakukan
undang-undang yang paling ketat di benua itu tentang ekspresi iman di depan publik.
Jilbab dilarang pada 2011 di Perancis.


0 komentar:
Posting Komentar