![]() |
| Perdana Menteri Lebanon Tammam Salam (Foto: dok. Lebaneseexaminer.com) |
(RajaDumay.com) --- Perdana Menteri Lebanon Tammam Salam mendesak Pimpinan
Hizbullah, Hassan Nasrallah, untuk berhenti melakukan serangan verbal terhadap
Arab Saudi.
"Hizbullah memainkan peran melawan Israel sebelum pergi
ke luar negeri dan ikut campur dalam urusan negara lain," kata Salam dalam
wawancara dengan televisi Al-Arabiya, Senin (7/3).
Permintaan Salam muncul di tengah memburuknya hubungan
antara Lebanon dan Arab Saudi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan latar
belakang perseteruan hubungan Arab Saudi
dan Iran di wilayah tersebut.
Pemerintah Riyadh meluncurkan serangkaian langkah-langkah
terhadap Lebanon dan Hizbullah pada 19 Februari, ketika diumumkan penghentian
bantuan militer senilai $ 4 miliar kepada tentara dan pasukan keamanan Lebanon.
Langkah itu juga mendorong enam negara Dewan Kerjasama Teluk
(GCC) melabel Hizbullah sebagai organisasi "teroris" dan menuduhnya
melakukan "tindakan teroris dan hasutan di Suriah, Yaman dan Irak".
Arab Saudi telah mengaitkan langkah itu dengan penolakan
Lebanon bergabung dengan Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengutuk
serangan terhadap misi diplomatik Arab Saudi di Iran bulan lalu.
Hizbullah juga dituding melakukan "tindakan teroris
terhadap negara-negara Arab dan Muslim".
"Saya memberitahu kepada negara-negara Teluk, terutama
Arab Saudi, bahwa hubungan bersejarah antara kami dan mereka akan terus dan
akan tetap kuat. Kami mengerahkan upaya untuk mengkonsolidasikan itu,"
kata Salam.
Salam mencatat bahwa pemerintahnya sedang "berjalan di
ladang ranjau" dan Perdana Menteri menekankan bahwa negara-negara Teluk
dan Arab Saudi memiliki tempat khusus di hati rakyat Lebanon.
Namun, Salam menekankan, Hizbullah adalah komponen
utama dari negara Lebanon.


0 komentar:
Posting Komentar