(RajaDumay.com) --- Rusia
menilai penting keterlibatan kelompok bersenjata Kurdi dalam pembicaraan intra-Suriah yang dijadwalkan pekan depan.
"Dalam konteks ini, pentingnya ditekankan kebutuhan
untuk melibatkan semua pihak Suriah dalam pembicaraan ini, khususnya perwakilan
oposisi dengan pro-Moskow, pro-Kairo dan platform politik lainnya, termasuk perwakilan
dari pasukan Kurdi," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah
pernyataan Jumat (11/3).
Namun, oposisi dari Pemerintah Turki membuat kelompok Kurdi Suriah, Partai Persatuan Demokrat (PYD)
yang didukung Rusia tidak akan diundang dalam pembicaraan damai di
Jenewa.
Berbicara kepada ARA
News, seorang pengamat independen Rusia, Timur Akhmetov menyatakan
keraguannya atas dukungan Rusia terhadap Kurdi yang menjadi oposisi bagi rezim
Suriah, sekutu utama Rusia.
Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Suriah, Robert Ford
mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan ARA News, tidak jelas mengapa Rusia mendukung sebuah negara Suriah
federal.
"Ini sama sekali tidak jelas mengapa Rusia mempertimbangkan
ide Suriah federal. Suriah tidak memiliki sejarah sebagai negara federal,"
katanya.
Menurut Ford, kemungkinan Rusia menyimpulkan bahwa
satu-satunya cara agar daerah Alawite dan Druze bisa hidup aman adalah dengan
mengelola keamanan mereka sendiri dan menikmati ukuran pemerintahan sendiri. Sistem
itu bisa membuat mereka mempertahankan basisnya bahkan jika dalam beberapa
tahun pemerintah yang didominasi Sunni ingin Rusia keluar dari Suriah.
Namun oposisi Suriah telah menentang rencana pemerintahan federalisme.


0 komentar:
Posting Komentar