![]() |
| Kaum wanita Hizbullah Lebanon. (Foto: dok. Syiahmenjawab.com) |
(RajaDumay.com) --- Pemerintah Damaskus mengutuk resolusi Dewan Kerjasama Teluk (GCC)
pada Rabu (2/3) yang melabel gerakan politik dan senjata Hizbullah Lebanon
sebagai sebuah organisasi "teroris".
"Dalam sebuah langkah yang harmonis dengan kebijakan
Israel, GCC telah mengeluarkan resolusi mempertimbangkan Hizbullah sebagai
organisasi teroris karena perjuangannya terus-menerus melawan skema Zionis di
wilayah tersebut dan konfrontasi dengan Israel," kata seorang pejabat
Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sambutannya kepada kantor berita resmi
SANA.
Dalam pernyataan itu, pejabat tersebut mengatakan,
kontribusi Hizbullah di Suriah dalam melawan kelompok Islamic State (ISIS) dan
Al-Qaeda (Nusra Front) adalah konfrontasi bersejarah. Demikian Mi’raj Islamic News Agency (MINA) memberitakannya.
"Kemenangan yang dicapai melawan terorisme ini dan
pendukungnya telah menekan kepemimpinan Saudi," kata pejabat Suriah itu.
Sebelumnya di hari itu, GCC menyatakan Hizbullah sebagai
kelompok "teroris", menyusul meningkatnya ketegangan dengan
organisasi Lebanon berpaham Syiah yang telah mengirimkan ribuan militannya ke Suriah
mendukung pasukan rezim.
GCC menganggap Hizbullah melakukan "tindakan teroris
dan hasutan di Suriah, Yaman dan di Irak".
Bulan lalu, Arab Saudi menghentikan program bantuan
perlengkapan militer ke Lebanon sebesar $ 3 milyar, sebagai protes terhadap
kebijakan Hizbullah.
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar