![]() |
| Ilustrasi gadis kecil Surian menangis. |
(RajaDumay.com) --- Pemerintah Jerman mengungkapkan, hampir 6.000 anak dan remaja
pencari suaka menghilang di Jerman tahun lalu.
Dikutip dari Mirajnews.com, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman Johannes Dimroth
pada Senin (11/4) mengkonfirmasi laporan media lokal bahwa pemerintah baru-baru
ini memberitahu parlemen tentang hilangnya 5.835 pengungsi anak dan remaja.
"Saya tidak ragu bahwa pihak berwenang di negara bagian
akan menangani setiap kasus yang sangat serius ini dan melacak informasi yang
relevan," kata Dimroth dalam konferensi pers di Berlin.
Menurut pemerintah, di antara 5.835 pengungsi anak-anak dan
remaja yang terdaftar hilang tahun lalu, 555 berada di bawah usia 14 tahun.
Mayoritas berasal dari Afghanistan, Suriah, Eritrea, Maroko
dan Aljazair.
Namun Dimroth mengatakan, jumlah sebenarnya bisa lebih rendah
dari statistik saat ini. Sebab pihak berwenang yakin, sebagian dari mereka
telah diambil oleh keluarganya di Jerman atau di tempat lain di Eropa, tetapi
banyak kasus yang tidak dilaporkan kepada pejabat.
Juru Bicara Kementerian Federal untuk Urusan Keluarga,
Verena Herb mengatakan, pusat penerimaan baru akan dibuka khusus untuk
anak-anak dan remaja yang tanpa pendamping.
Negara bagian federal telah berencana meningkatkan pertukaran
informasi serta meningkatkan sistem pendaftaran.
"Kita tidak bisa mengesampingkan bahwa anak-anak dan
remaja ini mungkin jatuh ke tangan penjahat," katanya Herb.
Negara berekonomi terbesar di Uni Eropa itu telah mengambil 1,1
juta pengungsi tahun lalu, jumlah terbesar yang pernah diterima. Mayoritas pengungsi
dan migran adalah warga Suriah, Irak dan Afghanistan.
Sebagian besar pengungsi masuk Jerman melalui negara bagian
selatan Bavaria dan kemudian didistribusikan ke 15 negara bagian lainnya.
=============================================
Silahkan bagikan tulisan ini!


0 komentar:
Posting Komentar