![]() |
| Tentara Azerbaijan di atas tank. (Foto: Azadliq.org) |
(RajaDumay.com) --- Pertempuran militer
Armenia dan Azerbaijan di sepanjang garis depan wilayah Nagorno-Karabakh yang
disengketakan setidaknya menewaskan 30 tentara dari kedua pihak.
Dikutip dari Al Jazeera, kedua belah pihak saling menyalahkan atas pertempuran yang
dimulai Sabtu (2/4) malam tersebut.
Azerbaijan mengatakan bahwa pasukan Armenia menewaskan 12
tentara dan menembak jatuh sebuah helikopter.
"Dua belas prajurit Azeri tewas dalam aksi dan
helikopter ditembak jatuh oleh pasukan Armenia," kata Kementerian Pertahanan
Azerbaijan dalam sebuah pernyataan, juga mengklaim bahwa pasukan Azeri
menguasai "dua ketinggian strategis dan desa" di Karabakh.
Sementara itu Presiden Armenia Serzh Sarkisian mengatakan, pasukan
Azeri menewaskan 18 tentara etnis-Armenia.
"Dari pihak kami 18 tentara tewas dan sekitar 35
lainnya luka-luka," kata Presiden Sarkisian dalam sebuah pernyataan yang
disiarkan televisi.
Namun Presiden tidak menyebutkan, apakah tentara tewas dari
militer atau tentara milik pasukan separatis Yerevan yang mendukung pasukan
Armenia.
"Pertempuran aktif saat ini sedang berjalan," kata
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan melalui
Facebook.
Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan,
Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak semua pihak untuk menghentikan tembakan
dan menahan diri.
Nagorno-Karabakh telah berada di bawah kendali militer dan
separatis Armenia sejak perang antara Armenia dan Azerbaijan berakhir pada
1994.
Juru bicara presiden separatis di kawasan itu, David Babayan
mengatakan, pertempuran Sabtu adalah bentrokan terburuk sejak 1994.
Maria Titzian, seorang dosen di Universitas Amerika Armenia,
mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa Nagorno-Karabakh adalah satu masalah sudut
dunia yang telah lama diabaikan.


0 komentar:
Posting Komentar