![]() |
| Peta wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan oleh Armenia dan Azerbaijan. |
(RajaDumay.com) --- Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk serangan Armenia yang
telah menyebabkan pertempuran dua hari berebut wilayah Karabakh yang diduduki.
"Kami mengutuk tembakan artileri dan serangan yang
dimulai oleh Armenia terhadap Azerbaijan pada malam 1 April sepanjang garis
kontak dan terpengaruhnya masyarakat sipil," kata Kementerian dalam sebuah
pernyataan pada Sabtu (2/4).
"Kami menyerukan kepada Armenia untuk bersandar pada
gencatan senjata dan mengakhiri bentrokan sesegera mungkin," tambah Kementerian
Luar Negeri Turki, Anadolu Agency memberitakannya.
Kementerian itu mengatakan, ada risiko bentrokan serupa terjadi
kembali, kecuali pendudukan Armenia berakhir di Karabakh.
Kantor berita nasional Azerbaijan, Azertac, mengutip perkataan
Presiden Ilham Aliyev bahwa Armenia melakukan provokasi di garis kontak dan
menyerang posisi tentara Azerbaijan.
Namun, Presiden Armenia Serzh Sargsyan mengklaim saat
mengumpulkan Majelis Keamanan Nasional bahwa 18 tentara Armenia meninggal dan
35 terluka.
Sementara Pemerintah Azerbaijan mengatakan, enam tank dan 15
meriam Armenia hancur serta lebih dari 100 tentara Armenia tewas dan cedera.
Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan 12 tentaranya
meninggal.
Ketua Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) sekaligus
Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier menyatakan keprihatinannya
atas bentrokan di Karabakh.
Dalam sebuah pernyataan, Steinmeier menyeru kedua belah
pihak untuk segera mengakhiri permusuhan dan menghormati gencatan senjata
secara penuh.
Milisi pro-Armenia telah menduduki wilayah Karabakh dari
Azerbaijan pada tahun 1993.


0 komentar:
Posting Komentar