![]() |
| Pasukan tank Azerbaijan. (Foto: dok. Mirajnews.com/id) |
(RajaDumay.com) --- Pemerintah Azerbaijan dan Armenia mengatakan mereka
menghentikan permusuhan setelah empat hari pertempuran sengit di wilayah
sengketa Nagorno-Karabakh.
Dikutip dari Mirajnews.com/id, kedua pemerintah telah memperingatankan konflik bisa berkembang
ke dalam perang habis-habisan.
"Pada tanggal 5 April pukul 12:00 (08.00 GMT), atas
dasar kesepakatan bersama, aksi militer pada garis kontak antara angkatan
bersenjata Armenia dan Azerbaijan dihentikan," kata Kementerian Pertahanan
Azerbaijan dalam sebuah pernyataan gencatan senjata.
Seorang pejabat angkatan bersenjata Armenia mengatakan
kepada kantor berita Reuters bahwa militer telah diperintahkan menghentikan
serangan.
Pembicaraan yang bertujuan mengakhiri kekerasan terburuk
selama beberapa dekade di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh itu telah dimulai
di Wina pada Selasa (5/4) setelah 46 orang tewas dalam tiga hari pertempuran.
Rusia dan Amerika Serikat telah menyerukan dihentikannya pertempuran.
Nagorno-Karabakh adalah sebuah wilayah pegunungan yang terkurung
daratan dengan mayoritas penduduk etnis Armenia dan masuk sebagai wilayah
Azerbaijan. Wilayah itu menjadi sengketa sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.
Separatis di Nagorno-Karabakh yang didukung oleh Pemerintah
Armenia mengumumkan kesetiaannya kepada Armenia dan kemudian menyatakan
republik merdeka. Namun, langkah itu belum diakui di tempat lain, termasuk oleh
Pemerintah Armenia.
Pertempuran di wilayah itu telah membunuh sekitar 30.000
orang dan ribuan orang dari kedua kelompok etnis mengungsi.
Sebuah gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia telah
ditandatangani pada 1994, tetapi kedua negara tidak pernah menyepakati
perdamaian abadi.
Sebelumnya pada Ahad, Pemerintah Azerbaijan mengumumkan
gencatan senjata sepihak, tetapi gagal menghentikan pertempuran.


0 komentar:
Posting Komentar