(RajaDumay.com) --- Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud no. 4990, At-Tirmizi no. 2315, dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7136)
Dalam batasannya, humor tidaklah hal terlarang. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya aku juga bercanda namun aku tidak berkata kecuali yang benar.” (HR. Ath-Thabrani)
Adalah hal yang memprihatinkan, jika dengan kemampuan beretorika seseorang lantas terlena hingga memperolok-olok pihak lain yang dianggap tak sepaham dengan dirinya, betapa pun juga pihak tersebut berada di jalur agama yang lurus. Ya, betapa pujian dan tepuk tangan selalu menyimpan racun yang membahayakan. Allah Azza wa Jalla berfirman:
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman. (QS. At-Taubah [9] ayat 65-66).
Semoga kita semua terhindar dari kelalaian yang sedemikian. Kehebatan bukanlah standar keilmuan. Tepuk tangan bukan pula ukuran tercapainya maksud pembicaraan. Terhadap segala hal yang memberi celah pujian kita semua perlu berwaspada, sebab ia seringkali rapi tersembunyi dan tak kita sadari.
Karena segala puji adalah milik Allah semata. Kita belindung kepada-Nya, agar dijauhkan dari hawa nafsu kita serta perbuatan-perbuatan buruk kita.
(Sumber: OaseMuslim.com)
=======================
Silahkah share, semoga jadi amal ibadah!
وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
Dalam batasannya, humor tidaklah hal terlarang. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
إِنِّي لَأَمْزَحُ وَلاَ أَقُوْلُ إِلاَّ حَقًّا
Adalah hal yang memprihatinkan, jika dengan kemampuan beretorika seseorang lantas terlena hingga memperolok-olok pihak lain yang dianggap tak sepaham dengan dirinya, betapa pun juga pihak tersebut berada di jalur agama yang lurus. Ya, betapa pujian dan tepuk tangan selalu menyimpan racun yang membahayakan. Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ ﴿٦٥﴾ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
Semoga kita semua terhindar dari kelalaian yang sedemikian. Kehebatan bukanlah standar keilmuan. Tepuk tangan bukan pula ukuran tercapainya maksud pembicaraan. Terhadap segala hal yang memberi celah pujian kita semua perlu berwaspada, sebab ia seringkali rapi tersembunyi dan tak kita sadari.
Karena segala puji adalah milik Allah semata. Kita belindung kepada-Nya, agar dijauhkan dari hawa nafsu kita serta perbuatan-perbuatan buruk kita.
(Sumber: OaseMuslim.com)
=======================
Silahkah share, semoga jadi amal ibadah!


0 komentar:
Posting Komentar