![]() |
| Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry. (Foto: dok. Telegraph.co.uk) |
(RajaDumay.com) --- Serangan roket menyerang kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika
Serikat (AS) John Kerry di Kabul, ibukota Afghanistan, Sabtu (9/4).
Setidaknya tiga ledakan mengguncang pusat Kabul pada Sabtu (9/4),
tak lama setelah Kerry meninggalkan Afghanistan usai kunjungan dadakannya.
Dikutip dari Mirajnews.com/id, wartawan Al Jazeera
Qais Azimy melaporkan dari ibukota, dua pejabat senior polisi Kabul menegaskan
bahwa roket menghantam sebuah jalan di luar kompleks Istana Kepresidenan setelah
konvoi Kerry melewatinya.
Azimy mengatakan, proyektil juga mendarat di dalam kompleks
dekat tempat kedutaan besar AS dan kantor CIA berada.
Tidak ada korban yang dilaporkan dan belum ada kelompok yang
mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
"Pengamat politik Afghanistan mengatakan bahwa itu
adalah pesan dari Taliban untuk memberitahu Presiden Afghanistan (Ashraf Ghani)
dan Kerry bahwa mereka tidak jauh, dan mereka dapat memulai serangan pada daerah
kompleks yang paling aman," kata Azimy.
Bulan lalu, para pejuang Taliban juga menembakkan proyektil ke
kompleks parlemen Afghanistan.
Sebelumnya pada Sabtu, Kerry meminta Taliban untuk kembali
terlibat dalam pembicaraan damai yang terputus hampir satu tahun lamanya.
Dia menegaskan, tidak ada perubahan dalam rencana Presiden
Barack Obama terkait jumlah pasukan Amerika di Afghanistan.
Ada 9.800 pasukan AS di negeri itu dan pada tahun depan
pasukan akan dikurangi menjadi 5.500 tentara.
Taliban yang digulingkan dari kekuasaan dalam invasi
pimpinan AS pada 2001, telah melancarkan kampanye bersenjata untuk
menggulingkan pemerintah Afghanistan dan membangun kembali kekuasaannya.


0 komentar:
Posting Komentar