| (Gambar: Mertie Gertie Marvin) |
Abu Bakar semakin terkenal dengan julukan itu setelah kejadian Isra’ Mi’raj.
Waktu itu sekelompok orang musyrik mendatanginya dan mempertanyakan, "Apa pendapatmu tentang cerita temanmu itu? Dia mengaku telah diperjalankan tadi malam ke Baitul Maqdis.”
Abu Bakar balik bertanya, “Dia mengatakan itu?” Mereka serempak mengiyakan. Abu Bakar berkata, “Kalau begitu dia benar. Seandainya dia mengatakan hal yang lebih dari itu tentang kabar dari langit, saya pasti akan membenarkannya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.”
Karena itulah Abu Bakar dijuluki Ash-Shiddiq.
Baru saja bibir Rasulullah Shallallahu 'Alahi Wasallam selesai mengucapkan sesuatu, Abu Bakar langsung berkata, “Dia benar.”
Orang lain boleh saja mencari tahu dulu, berpikir beberapa saat, atau bahkan meragukan. Tapi tidak demikian dengan Abu Bakar. Semboyannya sejak pertama kali menyatakan keislaman adalah, “Jika Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam berkata, maka dia benar.”
Rasulullah Shallallahu 'Alahi Wasallam pun pernah menyiarkan julukan tersebut di tengah-tengah khalayak ramai, yaitu pada saat beliau menaiki gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman.
Waktu itu gunung Uhud bergetar. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alahi Wasallam berkata, “Tenanglah wahai Uhud, di atasmu hanyalah seorang Nabi, seorang Shiddiq, dan dua orang syahid.”
(Sumber: SahabatNabi.com)

0 komentar:
Posting Komentar