![]() |
| Warga pedesaan Bangladesh menggunakan pompa tangan untuk mengambil air minum. |
(RajaDumay.com) --- Lembaga HAM dunia Human Rights Watch (HRW) dalam laporannya
mengatakan pada Rabu (6/4), sekitar 20 juta orang masih minum air yang
terkontaminasi arsenik.
Lembaga itu menilai Pemerintah Bangladesh telah gagal menanggapi
pencemaran air minum di daerah yang luas di pedesaan.
Dikutip dari MirajNews.com/id, dokumen laporan setebal 111 halaman itu mengungkapkan
bagaimana sistem kesehatan Bangladesh sebagian besar mengabaikan dampak paparan
arsenik terhadap kesehatan masyarakat.
Menurut satu penelitian, diperkirakan 43.000 orang meninggal
setiap tahun dari penyakit yang berhubungan dengan arsenik di Bangladesh.
HRW mengatakan, masyarakat yang terkena akan menderita
risiko signifikan terkena penyakit kanker, penyakit jantung dan penyakit
paru-paru, tetapi banyak dari mereka yang tidak menerima perawatan kesehatan
sama sekali.
"Bangladesh tidak mengambil tindakan dasar, langkah yang
jelas untuk mengambil arsenik dari air minum jutaan orang miskin di pedesaan,"
kata Richard Pearshouse dari HRW dan penulis laporan tersebut.
Menurut Pearshouse, jika Pemerintah Bangladesh dan lembaga donor
internasional melakukan langkah lebih serius, maka kematian jutaan warga akibat
arsenik dapat dicegah.
Arsenik ditemukan dalam air dari pompa tangan yang
kebanyakan dangkal dan dari sumur tabung yang banyak dibuat di pedesaan
Bangladesh.


0 komentar:
Posting Komentar