![]() |
| Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. (Foto: dok. LingkaranNews.com) |
(RajaDumay.com) ---- Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Lumen Isletta
mengatakan, usaha pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf
masih berlangsung.
"Masih berlangsung," ujar Isletta singkat pada acara
Silaturahmi Kebudayaan di Ruang Nusantara Kementerian Luar Negeri RI di
Pejambon, Jakarta, Kamis (7/4). ANTARA News melaporkan.
Namun, Isletta menolak menjelaskan lebih lanjut perihal
pembebasan sandera karena demi alasan keamanan kesepuluh sandera WNI itu.
Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu
mengatakan, pemerintah masih terus berdiplomasi dan negosiasi untuk membebaskan
10 WNI yang diculik tersebut.
"Sekarang kita masih terus melakukan diplomasi dan
negosiasi. Mudah-mudahan menghasilkan yang terbaik, karena jika dengan kekuatan
militer pasti ada dampaknya," kata Ryamizard sebelum mengikuti Sidang
Kabinet Paripurna di Gedung Utama Sekretaris Negara Jakarta, Kamis.
Sebelumnya pada Senin pekan ini, Menteri Luar Negeri Retno
Marsudi mengungkapkan, kapal tongkang Anand 12 yang dibajak Abu Sayyaf telah
ditemukan di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.
Anand 12 adalah salah satu kapal dari dua kapal yang dibajak
Abu Sayyaf. Kapal lainnya adalah Brahma 12 dan ini pun telah dilepaskan di
perairan Filipina akhir Maret lalu, dan kini berada di tangan otoritas
Filipina.
============================================
Silahkan share untuk berbagi!


0 komentar:
Posting Komentar