![]() |
| Imam Jama'ah Muslimin (Hizbullah) KH. Yakhsyallah Mansur di Konferensi Internasional Media Islam (ICIM) di Wisma ANTARA, Jakarta Pusat, Rabu (25/5). (Foto: Nurhadits/MINA) |
(RajaDumay.com) --- Wadah kesatuan umat Islam dunia, Jama’ah Muslimin
(Hizbullah) melaksanakan Konferensi Internasional Media Islam (ICIM) yang
dilaksanakan di Jakarta pada Rabu dan Kamis (25-26/5) mengusung tema “Persatuan
Media Islam”.
Konferensi yang diprakarsai oleh Kantor Berita Islam Mi’raj
(MINA) ini diselanggarakan atas dasar belum adanya kesatuan di antara
media-media berbasis Islam dalam membela kepentingan kaum Muslimin dan
kemerdekaan Palestina, terutama dalam upaya membebasan Masjid Al-Aqsha dari
penjajahan Israel.
Konferensi di Gedung Wisma ANTARA ini dihadiri oleh
perwakilan sejumlah negara dunia, seperti Palestina, Kuwait, Turki, Iran,
Lebanon, Inggris, Autralia, Amerika Serikat, Tunisia, Sudan, Malaysia,
Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Imam Jamaah Muslimin (Hizbullah) KH. Yakhsyallahu Mansur
dalam sambutannya menilai bahwa mayoritas media dunia memiliki permusuhan terhadap
Muslimin dan Islam.
“Hampir semua media yang ada saat ini memiliki kepentingan
untuk menghancurkan Islam dan membuat citra Islam buruk,” kata Imam Yakhsyallah.
Imam Yakhsyallah mempertanyakan peranan Muslimin dalam
media, padahal jumlah mereka sangat besar.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir
mengatakan bahwa konferensi media Islam ini sebagai kelanjutan dari KTT OKI di
Turki, konferensi pemimpin Islam dunia dan KTT Luar Biasa OKI di Jakarta.
Menyorot Palestina, Fachir mengatakan masalah di Palestina
“unik”, karena bukan hanya rakyat Palestina yang memperjuangkan kemerdekaannya,
tetapi banyak negara yang ikut memperjuangkan Palestina dan Yerusalem
(Al-Quds).
“Peran media adalah menyajikan fakta, tetapi sayangnya
sekarang telah digunakan untuk kepentingan lain,” katanya.
Menurutnya, Israel tidak akan hidup dengan damai jika tidak
memberikan keadilan sosial kepada rakyat Palestina.
MINA yang merupakan sayap media Jama’ah Muslimin (Hizbullah)
melaksanakan ICIM dengan menggandeng Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA,
harian Islam Republika, radio dan tv Islam
Silaturahim, Kementerian Luar Negeri dan Kemkominfo, dan beberapa lembaga
terkemuka lainnya. (Rudi Hendrik)


0 komentar:
Posting Komentar