![]() |
| Haaibatullah Akhunzada, pemimpin baru Taliban. (Foto: dok. TheNews.com.pk) |
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّٮٰهُمُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِہِمۡ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمۡۖ قَالُواْ كُنَّا مُسۡتَضۡعَفِينَ فِى ٱلۡأَرۡضِۚ قَالُوٓاْ أَلَمۡ تَكُنۡ أَرۡضُ ٱللَّهِ وَٲسِعَةً۬ فَتُہَاجِرُواْ فِيہَاۚ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ مَأۡوَٮٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا
Artinya, "Tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar." (QS. An-Nisaa' [4] ayat 97).
(RajaDumay.com) --- Juru bicara Taliban Afghanistan telah mengkonfirmasi
kematian pemimpinnya, Mullah Akhtar Mansoor dalam serangan pesawat tanpa awak
Amerika Serikat (AS) dan mengumumkan penunjukan Haibatullah Akhunzada sebagai
penggantinya.
Pada Rabu (25/5), Juru Bicara Taliban mengatakan bahwa
Sirajuddin Haqqani dan Mullah Yaqoob ditunjuk sebagai Wakil Pemimpin Taliban
yang baru.
Dikutip dari MirajNews.com/id, pengumuman itu menyusul konfirmasi kematian Mullah Mansoor
pada Senin (23/5) oleh Presiden AS Barack Obama.
Mullah Mansoor tewas dalam serangan AS di provinsi
Balochistan, Pakistan.
Kepala Eksekutif Afghanistan Abdullah Abdullah sebelumnya
mengatakan di Twitter pada bahwa bahwa
Mullah Mansoor sudah mati.
Agen mata-mata Afghanistan juga mengatakan bahwa pemimpin
setelah Mullah Omar itu telah dibunuh.
Taliban adalah kelompok anti-pemerintah yang paling kuat di
Afghanistan.
Tahun lalu, sekitar 11.000 warga sipil tewas atau terluka
dan 5.500 pasukan pemerintah dan polisi meninggal.
Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan pada 1996 hingga
digulingkan oleh invasi pimpinan AS setelah peristiwa 11 September 2001 di New
York dan Washington.
Hampir 15 tahun kemudian, sekitar 13.000 tentara dari
koalisi AS-NATO berada di negara itu, termasuk sekitar 9.800 tentara AS.


0 komentar:
Posting Komentar