![]() |
| Muhammad Ali. (Foto: AA) |
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
Artinya, " Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran [3] ayat 102).
(RajaDumay.com) --- Tentara pasukan rezim Suriah telah menyeberangi perbatasan
provinsi Raqqa, ibukota kelompok Islamic State (ISIS/Daesh), setelah maju dalam
serangan besar yang didukung oleh serangan udara Rusia.
Menurut lembaga pemantau Observatorium Suriah untuk Hak
Asasi Manusia (SOHR) pada Sabtu (4/6), serangan udara Rusia dengan gencar
melanda wilayah yang dikuasai ISIS di daerah-daerah timur provinsi Hama, dekat
batas Raqqa sejak Jumat.
"Pasukan Rezim yang didukung oleh serangan udara Rusia
dan milisi Rusia terlatih memasuki provinsi Raqqa pada Sabtu pagi," kata Rami
Abdel Rahman, Direktur SOHR yang berbasis di London, Inggris.
SOHR mengatakan sedikitnya 26 pejuang ISIS dan sembilan
tentara pemerintah dan sekutu Suriah tewas dalam pertempuran itu.
Ini adalah pertama kalinya pasukan pemerintah telah memasuki
provinsi Raqqa sejak mereka diusir oleh para pejuang ISIS pada Agustus 2014.
Kota Raqqa adalah ibukota de facto ISIS di Suriah. Kini kota
itu menjadi target utama dari koalisi anti-ISIS internasional.
SOHR mengatakan, serangan itu membawa pasukan berposisi
kurang dari 40 km dari Tabqa, yang merupakan situs dari sebuah pangkalan udara
dan bendungan.
Bendungan Tabqa di Sungai Efrat, 40km hulu dari kota Raqqa,
juga menjadi target serangan terpisah yang diluncurkan oleh pasukan pimpinan Kurdi
yang didukung Amerikat pada akhir bulan lalu.
"Raqqa dikepung oleh pasukan pemerintah dari
barat dan faksi Suriah dari utara. Timur - selatan berbatasan dengan provinsi
Deir az-Zor yang masih kubu ISIL (ISIS)," kata Hasehm Ahelbarra, wartawan
Al Jazeera melaporkan dari Gaziantep, Turki.


0 komentar:
Posting Komentar