Indonesia Sepakat 1 Ramadhan Senin 6 Juni

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin didampingi Din Syamsuddin. 
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

شَہۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدً۬ى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ‌ۚ فَمَن شَہِدَ مِنكُمُ ٱلشَّہۡرَ فَلۡيَصُمۡهُ‌ۖ وَمَن ڪَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ۬ فَعِدَّةٌ۬ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَ‌ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِڪُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِڪُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُڪۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُڪَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَٮٰكُمۡ وَلَعَلَّڪُمۡ تَشۡكُرُونَ

Artinya, "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari- hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah [2] ayat 185).

(RajaDumay.com) --- Hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI Ahad (5/6) petang  menetapkan 1 Ramadhan 1437 Hijriah, jatuh pada 6 Juni 2016, setelah posisi hilal berada pada kisaran 2 derajat 13 menit hingga 4 derajat 6 menit di titik-titik pengamatan di seluruh Indonesia.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan usai sidang isbat di Jakarta, Ahad (5/6) malam, juga 93 petugas pengamat yang ditempatkan di enam wilayah di Indonesia  melaporkan sudah melihat hilal. “Karena itu 1 Ramadan 1437 H dimulai pada 6 Juni 2016.”

Setelah mendengar pemaparan tentang posisi hilal dari para pengamat – para peserta sidang membahas beberapa aspek termasuk kondisi langit saat pemantauan, kemudian bermusyawarah untuk menetapkan 1 Ramadan 1437 H.  Sidang isbat melibatkan ulama, kiai, tokoh-tokoh ormas Islam, akademisi, ahli ilmu falak, ahli astronomi dan perwakilan negara sahabat.

"Pada sore hari menjelang Maghrib, tidak hanya dilihat dari Tanah Air, tetapi juga dari seluruh dunia, posisi hilal seperti apa," kata Menag.

Kemenag menempatkan petugas di 33 titik pengamatan hilal di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Titik-titik pengamatan hilal menurut Lukman antara lain tersebar di ujung barat Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Ambon  bahkan Papua.

Data Kemenag menyebutkan, ada 10 titik pemantauan hilal di Pulau Sumatra, enam di Jawa, empat di Kalimantan, enam di Sulawesi, dua di Ambon, dua di Papua dan masing- masing satu lokasi di Bali, NTB, dan NTT. "Untuk Jakarta titik pengamatan ada di Tanjung Priok.

Sidang Isbat memutuskan 1 Ramadhan 2016 jika minimal satu petugas menyatakan telah melihat keberadaan hilal. “Semua petugas sudah disumpah dan berpengalaman melihat hilal,” kata Lukman.

Sebelumnya, PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1437 H jatuh pada hari Senin, 6 Juni 2016. Selama ini, Muhammadiyah menggunakan metode hisab (penghitungan) untuk menentukan awal Ramadhan. “Dua metode ini (rukyat dan hisab) dilakukan bersama-sama untuk saling melengkapi dan menyempurnakan,” kata Menag.

Maklumat tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1437 Hijriah dibacakan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H Yunahar Ilyas di Yogyakarta, 18 April lalu. "Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 1 Ramadan jatuh pada hari Senin Pahing, 6 Juni 2016.”
Menurut Yunahar untuk penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal 1437 H sangat dimungkinkan jatuhnya sama dengan yang akan ditetapkan oleh pemerintah. Namun untuk 10 Dzulhijjah atau Idul Adha yang jatuh pada hari Senin September 2016, ada kemungkinan berbeda dengan yang ditetapkan oleh Saudi Arabia.
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar