Jama'ah Muslimin (Hizbullah): 1 Ramadhan 6 Juni

Imam Jama'ah Muslimin (Hizbullah) KH. Yakhsyallah Mansur. (MINA)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعً۬ا وَلَا تَفَرَّقُواْ‌ۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءً۬ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦۤ إِخۡوَٲنً۬ا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٍ۬ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡہَا‌ۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَہۡتَدُونَ

Artinya, "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjamaah (bersatu), dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu [masa Jahiliyah] bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Ali Imran [3] ayat 103)

(RajaDumay.com) - Jama’ah Muslimin (Hizbullah), wadah kesatuan umat Islam berpusat di Indonesia, menetapkan 1 Ramadhan 1437 Hijriyah jatuh pada Senin, 6 Juni 2016 Masehi.

Dikutip dari Mirajnews.com/id, hal ini berdasarkan laporan pemantauan hilal dari seluruh wilayah di Indonesia dan negara di dunia bahwa hilal terlihat.

“Dengan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semata dan sebagai wujud tanggung jawab kepada Muslimin dalam melaksanakan ibadah yang dikaitkan dengan bulan-bulan Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah, maka dengan memperhatikan surat Amir Majelis Qadla nomor 004/MQ/2016/1437 tanggal 1 Ramadhan 1437 H/5 Juni 2016 M, dengan ini menetapkan bahwa: tanggal 1 Ramadhan 1437 H jatuh pada hari Senin tanggal 6 Juni 2016 M,” demikian pernyataan Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), KH.Yakhsyallah Mansur, MA.

Berdasarkan laporan pelaksanaan rukyat Dewan Hisab Rukyat (DHR) Jamaah Muslimin (Hizbullah) bahwa Hilal telah terlihat di beberapa tempat, antara lain di Gedung 37 Hotel Aston, Jakarta Pusat dan Pantai Ayah, Gunung Gajah, Kebumen.

Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur dalam tausiyahnya pada sidang Dewan Hisab dan Ru’yat mengatakan, jika terlihat hilal (awal bulan) di suatu negeri, maka berlaku di negara yang lain, karena perintahnya jelas.

Sementara itu Pemerintah RI melalui sidang Isbat Kementerian Agama, juga menetapkan awal Ramadhan sama pada Senin 6 Juni berdasar terlihat hilal di beberapa daerah di Indonesia.

Hasil putusan tersebut diambil setelah dilakukan Sidang Itsbat tertutup yang dilakukan Kemenag dan dihadiri oleh beberapa ormas keagamaan. Pemerintah melakukan dua metode dalam menentukan awal bulan puasa yakni hisab dan rukyat.

Dari hasil sidang tersebut diketahui keberadaan hilal terlihat pada 5 Juli sekitar pukul 10.00 WIB posisi hilal antara 2 derajat 14 menit sampai 4 detajat 6 menit dari seluruh wilayah tanah air. Sementara dari sisi rukyat, Kemenag mendapat laporan hilai terlihat di 6 lokasi dari 93 tempat pantau di seluruh Indonesia. 
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar