Nuansa Ramadhan, ATM pun Minta Maaf

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

 وَجَزَٲٓؤُاْ سَيِّئَةٍ۬ سَيِّئَةٌ۬ مِّثۡلُهَا‌ۖ فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُ ۥ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Artinya, " Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa mema’afkan dan berbuat baik [1] maka pahalanya atas [tanggungan] Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim." (QS. Asy-Syura [42] ayat 40).

(RajaDumay.com) --- Nuansa Ramadhan mulai terasa, nyaman, penuh nuansa saling memaafkan.

Tadi saya (Umi Ayuni) ke ATM. ATM pun meminta maaf, "Maaf saldo Anda tidak mencukupi."

Saya pun memaafkan. 

Saya mencoba menelpon.

Operator pun meminta maaf, "Maaf pulsa Anda tidak mencukupi." 

Saya pun ikhlas memaafkan.

Alangkah indahnya hidup saling memaafkan.


عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda, "Amin, Amin, Amin." Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku, 'Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’ Maka kukatakan, ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata, ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin'.” (HR. Ibnu Khuzaimah. Al A’zhami berkata, “Sanad hadits ini jayyid”. Juga dishahihkan oleh Al Mundziri).

Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه

“Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi” (HR. Bukhari no.2449)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar