Oleh Rudi Hendrik, jurnalis Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Usia 25 tahun menjadi masa mencemaskan bagi Muslimah jika jodoh tak
kunjung datang. Pada masa itu, tidak jarang seorang Muslimah bertanya kepada
Allah, “Adakah jodohku?”
Setiap ada pernikahan yang berlangsung di sekitar lingkungannya, serasa
nestapa perasaannya. Ia melihat gadis-gadis lain begitu mudah mendapatkan jodoh
dan pasangan, tapi kenapa dirinya sangat sulit? Terlebih ia merasa bahwa ia
adalah seorang Muslimah yang baik yang menjaga diri dengan berhijab dan tidak
suka bergaul dengan pergaulan yang bernuansa khalwat (bercampur laki-laki dan perempuan). Di sisi lain,
wanita-wanita yang tidak berhijab dan bergaya hidup bebas, dengan mudahnya
mendapat pasangan.
Allah telah memfitrahkan manusia itu memiliki pasangan hidup. Di alam
yang ibarat sebuah ruangan besar ini, ada para Muslimah yang membutuhkan calon
suami dan di sisi lain banyak pula kaum lelaki mengharapkan menikah dengan
seorang Muslimah. Mereka saling membutuhkan untuk menikah, tapi kenapa sinyal
yang saling membutuh itu tidak tersambung.
Jika sudah tercatat di Lauh
Mahfudz, seberapa pun jarak yang terbentang, sehebat apa pun masalah yang
datang, setebal apa pun tembok yang jadi pemisah, jika jodoh pasti tidak akan
ke mana.
Anda, wahai Muslimah, cukuplah Anda berbicara kepada pemilik alam ini
agar sinyal Anda bisa tersambung kepada pria yang juga membutuhkan pasangan.
Terkadang jodoh yang berkwalitas baik dan berderajat tinggi harus
dijemput.
Jodoh memang di tangan Allah, tapi jika tidak dijemput, jodoh itu bisa
ada di tangan Allah terus, karena kita tidak tahu siapa jodoh kita yang telah
Allah tetapkan. Jemputlah jodoh dengan cara-cara terbaik, bukan cara-cara yang
justeru menghadirkan perbuatan dosa.
Khadijah tidak pernah tahu bahwa jodohnya adalah Muhammad. Yang ia tahu,
Muhammad memiliki kriteria-kriteria sebagaimana jodoh yang dia idamkan.
Menanti jodoh, rezeki dan kematian bukan dengan diam pasrah menunggu.
Ada sesuatu yang dilakukan untuk menjemput jodoh dan rezeki serta menyambut
datangnya kematian.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan bahwa Muslimah yang baik
untuk Muslimin yang baik. Wanita yang buruk untuk pria yang buruk.
Dia Subhanahu wa Ta’ala
berfirman,
الْخَبِيثٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثٰتِ ۖ
وَالطَّيِّبٰتُ
لِلطَّيِّبِينَ
وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبٰتِ ۚ
أُو۟لٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا
يَقُولُونَ ۖ لَهُم
مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ ﴿النور:٢٦﴾
Artinya, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki
yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang
baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu
bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka
ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS. An-Nuur [24] ayat 26).
Setiap Muslimah pastinya ingin mendapatkan suami yang baik dan salih.
Untuk mengundang calon suami yang baik, tentunya kaum Muslimah pun harus
mengimbangi dengan status Muslimah yang baik dan salihah.
Rahasia terbaik untuk membuka pintu jodoh adalah dengan senantiasa
melakukan kebaikan. Hanya itu, hanya melakukan kebaikan terus-menerus. Cara
ampuh inilah yang membuat banyak Muslimah berkekasihkan suami yang hebat.
Senantiasa berbuat baik. Jangan buru-buru mengatakan, “Kalau cuma itu,
saya juga tahu.”
Namun, jutaan Muslimah yang mengaku tahu, tapi justeru mendapat jodoh
yang salah (tidak baik). Jutaan orang tahu, tapi akhirnya pernikahan mereka tak
menghadirkan kebahagiaan.
Wahai Muslimah, setialah kepada kebaikan. Pastikan Anda berbuat baik
sesuai restu Allah dan Rasul-Nya. Karena, para lelaki beriman akan berupaya melaksanakan
arahan Allah dan Rasul-Nya semaksimal mungkin.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأَرْبَعٍ لِمَالِهَا
وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ
يَدَاكَ
Artinya, “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya,
keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena
agamanya, niscaya kamu beruntung.” (HR. Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).
Lelaki yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya pastinya akan mencari
Muslimah dengan penilaian pertama adalah kebaikan agamanya.
Dengan terus berbuat baik, maka kebaikanmu, wahai Muslimah, akan diatur
oleh Allah sehingga terdengar oleh seorang lelaki yang beriman yang sedang
mencari pasangan hidup yang beriman dan salihah.
Wahai Muslimah, karena Allah telah berjanji melalui firman-Nya,
مَنۡ عَمِلَ صَـٰلِحً۬ا مِّن ذَڪَرٍ أَوۡ
أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٌ۬ فَلَنُحۡيِيَنَّهُ ۥ حَيَوٰةً۬ طَيِّبَةً۬ۖ
وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا ڪَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Artinya, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka
dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS.
An-Nahl [16] ayat 97).
والله أعلمُ
بالـصـواب


0 komentar:
Posting Komentar