![]() |
| Tentara Israel menangkap seorang pemuda Palestina. (Foto: AP) |
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
Ø£َرَØ¡َÙŠۡتَ ٱلَّذِÙ‰ ÙŠَÙ†ۡÙ‡َÙ‰ٰ (Ù©) عَبۡدًا Ø¥ِذَا صَÙ„َّÙ‰ٰٓ (Ù¡Ù
Artinya, "Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat?" (QS. Al-Alaq [96] ayat 9-10).
(RajaDumay.com) --- Selama
Ramadhan, Israel telah menahan sekitar 330 warga Palestina di Tepi Barat yang
diduduki dan Jalur Gaza, LSM Tahanan Palestina Center melaporkan.
Dikutip dari MirajNews.com/id, Direktur organisasi HAM itu, Osama Shaheen mengungkapkan, selama
20 hari sejak 6 Juni, ketika bulan suci puasa dimulai, Israel telah
meningkatkan serangan terhadap kota-kota Palestina.
"Kami melihat bahwa kampanye penangkapan terhadap para
pemimpin dan aktivis di Hebron telah meningkat, terutama karena serangan
baru-baru ini di Tel Aviv," kata Shaheen, mengacu pada penembakan terhadap
empat warga Israel pada 9 Juni.
Menurut catatan Tahanan Palestina Center, dari 330 yang
ditahan, setidaknya 60 adalah anak-anak.
Marwan Sharabati berusia 10 tahun dari Hebron jadi tahanan
termuda. Angka tersebut juga termasuk 21 perempuan mulai dari usia 18 sampai 45
tahun.
Sekitar 15 warga Palestina, 13 di antaranya adalah nelayan
dari Gaza, juga ditangkap di pelabuhan Ashdod Israel, termasuk Mohammad
Al-Halabi, Kepala Program World Vision, organisasi kemanusiaan Kristen di Gaza.
Penggerebekan telah berlangsung di Al-Quds (Yerusalem Timur),
Hebron, Nablus, Ramallah, Jenin dan Gaza.
"Ada serangan setiap hari di Tepi Barat. Mereka
menargetkan siapa saja yang telah terlibat dalam intifada baru atau dalam kegiatan
nasionalis," kata Shaheen. "Hal ini menyakitkan, tetapi telah menjadi
rutinitas. Tidak ada satu rumah pun yang belum digerebek dan tidak ada satu
keluarga pun yang tidak memiliki martir (syuhada)."
Setelah serangan di sebuah pasar Tel Aviv, Israel menangguhkan
izin masuk untuk 83.000 warga Palestina dari Tepi Barat, padahal banyak dari
mereka yang berharap bisa berdoa di Masjid Al-Aqsa di Al-Quds selama Ramadhan.
Sejak itu, tentara Israel telah melakukan razia di Tepi
Barat dan bertindak keras kepada warga Palestina.
Menurut statistik Addameer, asosiasi HAM yang berbasis di
Yerusalem, ada sekitar 7.000 warga alestina yang kini berada di balik jeruji
besi Israel. Dari jumlah itu, ada 70 tahanan perempuan dan 414 anak-anak, 104
di antaranya berada di bawah 16 tahun.


0 komentar:
Posting Komentar