Ulama Gaza: Kami Tetap Bersabar Diblokade

(Kanan - kiri) Ketua AWG Agus Sudarmaji, Syaikh Ahmad Imad Muqad, relawan Palestina Ir. Nur Ikhwan Abadi, dan Kepala Kantor Jama'ah Muslimin (Hizbullah) Aang Gunawan. (Foto: Rudi Hendrik/MINA)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

Artinya, "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga [di perbatasan negerimu] dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." (QS. Ali Imran [3] ayat 200).

(RajaDumay.com) --- Salah satu ulama asal Gaza, Palestina, Syaikh Ahmad Imad Muqad mengatakan Muslimin di sana tetap bersabar dengan kondisi buruk yang dialami karena blokade yang sudah sepuluh tahun lamanya.

“Sepuluh tahun dalam blokade cukup membuat mereka (Muslimin di Gaza) lelah, terutama di bidang ekonomi. Namun, kami tetap bersabar dalam menghadapi ujian ini,” kata Syaikh Muqad kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) saat silaturahim ke Ponpes Al-Fatah Cileungsi, Bogor binaan Jama'ah Muslimin (Hizbullah) pada Ahad (19/6).

Menurutnya, ekonomi masyarakat Gaza memburuk drastis sejak diberlakukannya blokade. Terutama dalam urusan pangan.

“Termasuk para PNS yang seharusnya bisa menghidupi anak dan keluarganya, justeru memiliki banyak hutang,” katanya.

Syaikh Muqad berada di Indonesia sejak sebelum Ramadhan dalam rangka safari ke berbagai daerah yang diprakarsai oleh lembaga Syam Organizer.

Ia mengungkapkan, tujuan safarinya untuk mensosialisasikan kondisi masjid Al-Aqsha dan melaksanakan proyek-proyek yang bekerjasama dengan Syam Organizer, seperti penggalangan dana dari Muslimin Indonesia untuk membangun sekolah di Gaza Utara.

Pembangunan sekolah bermaksud agar agar anak-anak perempuan Palestina di kawasan itu tidak jauh bersekolah dan tidak berbahaya melakukan perjalanan.

Adapun terkait isu akan terjadinya perang baru di Jalur Gaza, Syaikh yang kini sedang menyelesaikan pendidikan doktornya di Tunisia itu mengatakan, Muslimin di Gaza telah siap menghadapi kemungkinan terjadinya perang terbaru.

“Walaupun kita tidak mengharapkan bertemu dengan musuh, tapi jika musuh sudah datang, maka kewajiban kita adalah membela mati-matian dan tidak ada pilihan bagi kita apabila nanti mereka (Israel) menabuh genderang perang,” ujarnya.

Sementara itu, Fatahuddin, aktivis Syam Organizer yang mendampingi imam muda itu mengungkapkan, mereka menggandeng empat orang ulama Palestina dalam program Safari Ramadhan tahun ini ke 64 kota di Indonesia.

Fatahuddin mengatakan, program itu berlangsung sejak tahun 2013. 
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar