Delegasi Zakat Jama’ah Muslimin Tapak Tilasi Ulama Sudan

Ketua Rombongan Delegasi Training Zakat dari Indonesia Dr.Rais Abdullah, MA (kiri) dalam sambutannya dengan Menteri Sosial, Pemuda dan Olahraga  Wilayah Assyimaliyah Sudan (kanan), dalam rangka kunjungan resmi ke salah satu ulama terkemuka Sudan Syaikh Ahmad As-Surkati, ketika baru masuk pintu utama ibukota Assyimaliyah, yaitu kota Donggola. (Foto: Sidiq Mustaqim/MINA)
Khartoum, 24 Shafar 1438/24 November 2016 (MINA) - 

Khartoum, Delegasi zakat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) asal Indonesia datang ke Provinsi Donggola, ibu kota Negara Bagian Northern, Sudan, dalam rangka menapaktilasi perjalanan hidup seorang ulama negara itu yang banyak berdakwah di Nusantara sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Seorang ulama Sudan yang bernama Syaikh As-Surkati adalah pendiri organisasi Jam'iyat al-Islah wa Al-Irsyad al-Arabiyah, yang kemudian diubah menjadi Jam'iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah, yang lebih sering disebut sebagai Al-Irsyad di Batavia (Jakarta), Agustus 1915.

Ulama yang bernama lengkap Syaikh Ahmad Muhammad As-Syaukati bin Muhammad Surkati Al-Anshari itu dilahirkan tahun 1876 di Desa Urqu, Provinsi Donggola.

Syaikh As-Surkati meninggal pada tahun 6 September 1943 di Jakarta, Indonesia.

Koresponden MINA di Khartoum, ibu kota Sudan, mengatakan bahwa kunjungan yang akan dilakukan pada Jumat (25/11) pagi tersebut, diinisiasi oleh Institute Of Zakat Science Sudan, yang diikuti oleh tiga delegasi lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, yaitu Pondok Pesantren Al-Fatah yang berada di bawah naungan Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, dan bebebrapa alumni mahasiswa Al-Irsyad.

Perjalanan dari ibu kota Khartoum ke Donggala memakan waktu selama delapan jam.
Sementara delegasi asal Al-Fatah sudah selama satu bulan di negara itu khusus menimba ilmu tentang sistem zakat yang diterapkan oleh Pemerintah Sudan.

Banyak ahli sejarah mengakui bahwa peran Syaikh As-Surkati sangat  besar dalam pembaharuan pemikiran Islam di Indonesia. Namun, namanya tak banyak disebut dalam wacana sejarah pergulatan pemikiran Islam di Indonesia hingga saat ini.


Syaikh As-Surkati berhijrah dan mengembangkan dakwah Islam di Indonesia ke Pulau Jawa pada tahun 1911 M. Ia pergi bersama dua sahabat karibnya, yaitu Syaikh Muhammad Abdul Hamid As-Sudani dan Syaikh Muhammad Thayyib Al-Maghribi.
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar