Pendidikan dan Kewarganegaraan Bisa Bebaskan Muslim Rohingya

Ichsan Thalib (tengah) saat bersama Presidium MER-C Josh Rizal Jurnalis (kiri) dan Staff KBRI (kanan) di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, pada Agustus 2015. (Foto: MER-C)
Jakarta, 24 Shafar 1438/24 November 2016 

Pimpinan radio Islam Silaturahim sekaligus relawan yang pernah ke Myanmar, Ichsan Thalib, mengatakan bahwa pendidikan dan status kewarganegaraan yang bisa membebaskan Muslim Rohingya dari penindasan.

“Yang bisa membebaskan Muslim Rohingya adalah dengan pendidikan dan perjuangan mendapatkan kewarganegaraan sebagai Muslim di Myanmar, yang masalahnya bukan hanya Muslim Rohinya, tapi semua 5 juta Muslim di sana,” kata Ichsan kepada MINA, Kamis (24/11) malam di Jakarta.

Ichsan tahun lalu bersama lembaga kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mengunjungi Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, sebanyak dua kali.

Menurutnya, tragedi yang sekarang menimpa Muslim Rohingya di kota Maungdaw, Negara Bagian Rakhine, berbeda dengan tragedi sebelumnya, karena kali ini diawali oleh usaha pihak Rohingya yang menghimpun kekuatan dengan bantuan pihak luar dan melakukan penyerangan terhadap pos keamanan Myanmar.

“Sejarah panjang Burma (Myanmar) mengakibatkan pihak Rohinya sukar menghimpun kekuatan militer selain kekuatan diplomasi. Posisi sekarang militannya kecil, itu sangat-sangat riskan,” kata Ichsan.

Ia mengatakan, terlalu banyak konflik di Myanmar, terlebih Partai Arakan Buddha garis keras selalu menghadang pemerintah.

Menurutnya, Pemerintah Myanmar harus lebih mendengar tekanan, baik yang melalui petisi ataupun pernyataan sikap.


“Demo untuk kepedulian terhadap Muslim di sana sebaiknya dengan cara yang dapat mengarah pada menyelesaikan masalah di tengah pemerintahan Myanmar yang sedang berubah. Lakukan dialog, berikan contoh umat beragama seperti di indonesia,” ujarnya.
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar