![]() |
Menurut PBB, lebih
dari 7.000 orang telah tewas dan hampir 37.000 terluka dalam konflik selama 20 bulan. (Foto: Reuters)
|
Sanaa, 29 Shafar
1438/29 November 2016 (MINA)
Oposisi Houthi yang
menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, bersama sekutu politiknya telah membentuk
pemerintahan baru, kantor berita nasional Saba melaporkan.
Lembaga bentukan Houthi,
Dewan Politik Agung, pada Senin (28/11) mengumumkan pemerintahan baru, sebagaimana dilansir Al Jazeera.
Pengumuman itu
muncul di saat warga sipil harus berjuang untuk bertahan di musim dingin yang
keras dalam perang Yaman.
"Pertemuan (Dewan)
menekankan bahwa pemerintah yang dibentuk di tengah kondisi sulit yang dialami
negeri ini, bertugas untuk menempatkan situasi internal dan menghadapi
agresi," lapor kantor berita Saba yang dikuasai oleh oposisi Houthi.
Sementara itu, Rajeh
Badi, juru bicara pemerintah pengasingan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi
mengatakan, langkah itu menunjukkan Houthi mengabaikan rakyat Yaman dan
masyarakat internasional.
"Sudah lebih
dari setahun setengah sejak kudeta milisi Houthi, tidak ada seorang pun di
dunia internasional telah mengakui entitas mereka telah terbentuk," tambah
Badi.
Diplomat itu berharap,
Houthi akan menunda menyusunan kabinetnya.
Houthi kini
menguasai wilayah Yaman dengan lebih dari setengah penduduk Yaman.
Houthi sebelumnya
mengatakan, membentuk pemerintah baru dengan sekutunya bukan berarti
meninggalkan proses perdamaian yang disponsori PBB.
Menurut PBB, lebih
dari 7.000 orang telah tewas dan hampir 37.000 terluka dalam konflik selama 20 bulan.


0 komentar:
Posting Komentar