Suriah Ingin Trump Putuskan Hubungan dengan Oposisi

Tentara pasukan Pemerintah Suriah di Aleppo. (Foto: EPA)
Damaskus, 21 November 2016

Pemerintah Suriah menginginkan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump untuk mengakhiri dukungannya terhadap kelompok-kelompok oposisi bersenjata di Suriah.


Menteri Luar Negeri Suriah Walid Al-Moallem pada Ahad (20/11) mengatakan, ia berharap presiden baru AS akan mengekang kekuatan regional yang mendukung oposisi Suriah, seperti Arab Saudi, Turki dan Qatar.

"Apa yang kita inginkan dari pemerintahan baru bukan hanya menghentikan dukungannya (untuk kelompok-kelompok bersenjata), tapi juga untuk mengekang kekuatan-kekuatan regional yang mendukung kelompok-kelompok (oposisi), kita harus menunggu," kata Moaellem selama konferensi pers yang disiarkan televisi di Damaskus, sebagaimana dikutip dari MINA.

Presiden terpilih Trump belum mengumumkan perubahan kebijakan AS di Timur Tengah atau menunjuk Menteri Luar Negeri.

Namun, Trump sebelumnya mengisyaratkan untuk memperbaiki hubungannya dengan Rusia yang berperang untuk pemerintah Presiden Bashar Al-Assad.

Dalam kampanyenya, Trump juga  menyerang kebijakan pemerintahan Barack Obama yang mendukung kelompok oposisi Suriah yang moderat dan berjanji untuk fokus pada upaya melawan kelompok Islamic State (ISIS).

Awal proyek bernilai $ 500 juta yang Pentagon melatih anggota oposisi Suriah, telah banyak dikritik ketika AS mengakui kegagalannya dalam merekrut sejumlah besar militan untuk dibawa kendali AS.


Sebuah kelompok oposisi yang dilatih oleh AS juga terungkap menyerahkan amunisi dan peralatan lainnya kepada kelompok afiliasi Al-Qaedah di Suriah, yaitu Nusra Font.
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar