![]() |
| Tentara Perancis berjaga di kawasan Menara Eifel. (Foto: Getty) |
Huge, Belanda, 3 Rabi’ul Awwa 1438/3 Desember 2016
Badan kepolisian Uni Eropa (Europol) dalam sebuah laporan pada Jumat (2/12)
memperingatkan adanya kemungkinan kelompok Islamic State (ISIS) akan melakukan
serangan baru dalam waktu dekat di negara-negara benua itu.
Dalam laporan yang dipublikasikan di Hague, Belanda, Europol
lebih merujuk kepada negara-negara anggota Uni Eropa yang merupakan bagian dari
koalisi melawan ISIS pimpinan Amerika Serikat.
Europol juga menduga bahwa ISIS mengembangkan taktiknya
untuk menyerang sasaran di Eropa, yang besar kemungkinan akan menggunakan bom
mobil yang mematikan.
Menurut lembaga kepolisian benua itu, model operandi yang
digunakan di negara-negara Timur Tengah cenderung ditiru oleh sel-sel militan yang
beroperasi di Eropa.
"Perkiraan dari beberapa badan intelijen menunjukkan
beberapa lusin orang yang disutradarai oleh ISIS mungkin saat ini hadir di
Eropa dengan kemampuan untuk melakukan serangan teroris," kata laporan
itu.
Laporan tersebut juga mengatakan bahwa serangan terakhir
seperti yang terjadi di Perancis dan Belgia selama dua tahun terakhir,
menunjukkan bahwa para militan yang bertindak atas nama ISIS efektif dapat merencanakan
serangan kompleks.
Mi’raj Islamic News
Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar