![]() |
| Seorang pejuang oposisi Suriah mengusap kepada kucing di jalan gang kota Aleppo Timur. (Foto: dok. Wallup.net) |
Ankara, 3 Rabi’ul Awwal 1438/3 Desember 2016
Dalam
pembicaraan rahasia di Turki, oposisi Suriah telah menuding delegasi Rusia tidak
serius untuk mengangkat pengepungan yang terjadi di Aleppo.
Rusia adalah pendukung utama Presiden Suriah Bashar Al-Assad
dan mereka telah mengebom daerah Aleppo Timur yang dikuasai oposisi sejak
September tahun lalu.
Sementara Turki yang menjadi mediator dalam pertemuan adalah
pendukung kelompok anti-pemerintah Suriah.
Pejabat oposisi Suriah mengatakan kepada kantor berita Reuters pada Jumat (2/12) bahwa Rusia
tidak serius.
Laporan itu muncul di saat tentara elit Suriah bergerak ke
Aleppo Timur sebelum mendorong maju ke daerah-daerah yang paling padat
penduduknya.
"Setelah kemajuan terbaru, pemerintah dengan nyaman
mengendalikan separuh bekas wilayah oposisi di timur kota," kata Ketua Observatorium
Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) Rami Abdel Rahman, Jumat.
PBB telah memperingatkan bahwa Aleppo berisiko menjadi
"kuburan raksasa" di tengah upaya pemerintah Assad untuk merebut
kembali kota secara keseluruhan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John
Kerry diperkirakan akan mengadakan pertemuan terpisah dengan rekan Rusianya,
Sergey Lavrov, bersama Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan De Mistura.
Mi’raj Islamic News
Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar