![]() |
| Sufi Mesir |
Setelah
mengeksekusi dengan memenggal kepala dua ulama Sufi Mesir, kelompok Islamic
State (ISIS) mengeluarkan ancaman terhadap penganut Sufi di negara itu.
Dalam edisi terbaru
buletin pekanan ISIS, Al-Nabaa, yang terbitkan pada Kamis (8/12) lalu, seorang
militan yang diidentifikasi sebagai kepala "polisi moral" ISIS di Semenanjung
Sinai, memperingatkan penganut Sufi untuk meninggalkan keyakinan mereka.
ISIS membunuh
penganut pemahaman Sufi karena “keyakinan kaum Sufi terhadap hal-hal
supranatural seperti ilmu sihir”.
"Kami
memberitahu semua pondok-pondok Sufi, syekh dan pengikutnya di Sinai dan di luar
Sinai bahwa kita tidak akan mengizinkan kehadiran Sufi di Sinai atau
Mesir," kata “polisi moral” itu.
Bulan lalu, media
afiliasi ISIS di Mesir merilis gambar seorang algojo menghunus pedang untuk memancung
dua orang tua yang dituduh melakukan praktik ramalan, sebuah sebuah tindakan
yang dilarang dalam ajaran Islam.
Kerabat korban mengidentifikasi,
salah satu dari dua laki-laki itu bernama Suleiman Abu Heraz, seorang syekh Sufi
berusia 90-an, sementara orang kedua diidentifikasi sebagai salah satu
muridnya. Mayat keduanya belum dapat ditemukan.
Laporan pembunuhan
Abu Heraz tersebut mengundang kecaman dari ulama Muslim di Mesir dan luar
negeri.
Otoritas Muslim
tertinggi di Mesir, Al-Azhar, mengecam pembunuhan yang disebutnya "kejahatan
buruk".
Kelompok ISIS
memandang beberapa praktik dari penganut Sufi adalah sesat, seperti mencari
syafaat dari orang-orang suci dan mengunjungi kuburan mereka.
ISIS juga telah meledakkan makam sufi di dunia Islam
dari Afghanistan hingga Mali.


0 komentar:
Posting Komentar