![]() |
| Hujan deras di Tel Aviv pada Kamis, 1 Desember 2016. (Foto: Moti Milrod) |
Tel Aviv, 1 Rabi’ul
Awwal 1438/1 Desember 2016
Kurang dari sepekan
setelah Israel melalui kebakaran luas yang melanda banyak wilayah negeri,
banjir dan badai mengancam untuk pertama kali di musim dingin ini.
Menurut perkiraan
meteorologi Israel, hujan lebat diperkirakan terjadi pada Kamis di daerah
pesisir dan di wilayah Haifa, yang merupakan salah satu dari dua daerah utama
kebakaran hutan yang hebat.
Pada hari Kamis,
salju bahkan diperkirakan akan turun di Gunung Hermon di Dataran Tinggi Golan. Perkiraan
mengatakan, hujan akan melambat pada akhir Jumat (2/12). Demikian Haaretz memberitakan.
Menurut lembaga Meteotech,
hujan mulai Rabu pagi di utara dan kemudian pindah ke selatan, ke pusat dan
suhu akan turun secara signifikan di sore hari. Kabut dan badai pasir diperkirakan
melanda selatan dan laut akan bergelombang dan berangin.
Pada hari Kamis, hujan
dan badai meningkat, dikhawatirkan terjadi banjir di wilayah Galilea Barat dan
Haifa.
Pada siang hari,
hujan akan mulai lagi di pusat dan banjir diperkirakan terjadi di dekat pantai
juga. Hujan diperkirakan bergerak ke selatan dan mencapai Negev utara di tengah
hari. Salju juga diperkirakan akan turun di Golan.
Pada hari Jumat,
hujan akan turun di pagi hari, tapi diharapkan berhenti di sore hari dan Sabtu
diharapkan tenang dan kering.
![]() |
| Anak-anak bermain hujan. (Foto: Rami Shllush) |
![]() |
| Awan hitam menggantung di atas kota Ashdod. (Foto: Ilan Assayag) |
![]() |
| Hujan di Tel Aviv pada Rabu, 30 November 2016. (Foto: Moti Milrod) |





0 komentar:
Posting Komentar