![]() |
| Kebakaran melanda kota Haifa, Israel. (Foto: Rami Shllush/Haaretz) |
Haifa, 1 Rabi’ul
Awwal 1438/1 Desember 2016
Dua pemasok kayu etnis
Arab-Israel menyumbangkan kayu untuk sinagog Konservatif di utara kota Haifa
yang mengalami kerusakan parah oleh kebakaran luas pekan lalu.
Walid Abu-Ahmed dan
Ziad Yunis memutuskan untuk memasok kayu secara gratis dan menutupi biaya
tenaga kerja setelah rabbi jemaat Yahudi, Dov Hiyon, mencari pendanaan untuk
pekerjaan perbaikan rumah ibadat, situs berita Ynet melaporkan Kamis (1/12).
"Saya
meneteskan air mata ketika saya mendengar apa yang terjadi," kata Hiyon, Time of Israel memberitakan. "Itu
sangat emosional mendengar bahwa umat Islam yang meminta untuk menyumbangkan ke
sebuah rumah ibadat orang Yahudi."
"Orang-orang
Yahudi dan orang Arab hidup bersama di Haifa, dan tidak ada diskriminasi,"
kata Abu-Ahmed. "Kami harus melanjutkan ini sebagai koeksistensi dan
mempromosikan perdamaian."
Abu-Ahmed
menambahkan bahwa Islam adalah agama pengampunan.
"Kita semua
manusia," katanya. "Saya menyerukan semua warga negara - orang Arab
dan Yahudi di manapun - untuk terus tetap dalam koeksistensi. Kita semua ingin
hidup bahagia."
Gadi Gvaryahu, Ketua
Tag Meir, sebuah organisasi anti-rasis, mengatakan, "Kami perlu memperluas
jangkauan kami untuk mayoritas penduduk Arab-Israel yang tertarik untuk koeksistensi.
Pemasok kayu dan tukang kayu adalah representasi yang lebih baik dari pada
ekstrimis."
Pada hari Rabu
(30/11), sinagog menjadi tuan rumah bagi pemimpin Muslim dan Kristen Israel untuk
mengeluarkan seruan bersama menuju pemadaman "api kebencian".


0 komentar:
Posting Komentar