Kejutan di Sore Hari (4B)

Novel "Cinta Seleher Botol"
Oleh Rudi Hendrik


Seorang gadis cantik berkulit putih bersih berambut pendek sebatang leher datang menghampiri mereka. Mengenakan baju merah cerah semerah lipstiknya, berlengan pendek yang memberi efek ceria di mata orang yang memandang. Ia mengenakan rok merah pula sepanjang betis, tapi ada belahan di kanan kiri setinggi atas lutut. Gadis itu tidak lain adalah Rani, kakak Rina.

“Astaga!” pekik Rani terkejut saat mengenali wajah gadis berjilbab putih. “Rina? Mau ke acara apa lu pakai jilbab begitu?”

Meski Rina telah berhijab selama empat hari, tapi baru kali ini Rani melihat Rina dengan versi barunya, terlebih tidak ada yang memberitahukan kepadanya bahwa adiknya itu telah merubah gaya hidupnya.

Pertanyaan Rani itu membuat semua tertawa, kecuali Rani sendiri.

“Kenapa sih?” tanya Rani jadi merengut heran, karena ditertawakan.

Irma lalu merangkul belakang bahu Rani dan berkata, “Rina itu sekarang berjilbab, sejak Kamis lalu.”

“Hah! Gak salah?” Rani kembali terkejut.

“Iya, enggak salah!” sahut Rina agak ketus. “Makanya gua kalau dapat calon kakak ipar enggak benar, gua enggak setuju lu nikah!”

Perkataan adiknya itu cukup mengena di hati Rani. Namun, Rani mencoba menutupinya dengan mengatakan, “Tentu yang terbaik dong, Rin.”

“Kalau gitu, hadiah buat elu gua tunda,” kata Rina kepada Rani.

“Memang lu mau ngasih gua hadiah?” tanya Rani, seolah tidak percaya. Sebab, sejak kecil Rina tidak pernah memberikannya hadiah, justeru ia yang pernah memberikan hadiah ke adiknya itu, meski itu sudah beberapa tahun yang lalu.

“Kalau enggak mau gak masalah,” kata Rina, lalu beralih kepada ibunya, “Papa di mana, Ma?”

“Di kamar,” jawab Irma.

“Oh ya, Ran, ini sahabat gua, Badar namanya,” kata Rina memperkenalkan Barada yang nama panggilannya Badar.

Barada dengan tersenyum membungkuk lagi seperti orang Jepang kepada Rani yang lebih tua usianya. Rani hanya agak mendelik melihat adat Barada, lalu ia tertawa kecil. Irma juga tertawa kecil.

“Mbak Lina, tolong antar Badar ke kamar gua!” perintah Rina kepada pembantu perempuannya. Lalu izinnya kepada Barada, “Gua ke Papa dulu ya, Badar.”

“Ya,” jawab Barada singkat.

Rina segera pergi meninggalkan ruang tamu itu dengan membawa sebuah paper bag. Setibanya di depan sebuah pintu, Rina mengetuk.

Assalamu ‘alaikum, Pa!” ucap Rina.

Salam itu mengejutkan Dedy yang memilih sibuk dengan pekerjaannya di depan komputer. Baru kali ini ada ketukan di pintu kamarnya yang disusul dengan ucapan salam, tapi ia kenal pemilik suara salam itu.

Tampak lemari besar di kamar luas itu rusak pada bagian cerminnya. Beberapa jam yang lalu, pecahan-pecahan kaca yang berserakan di mana-mana sudah dibersihkan oleh pembantu.

Wa ‘alaikum salam!” jawab Dedy tanpa beranjak dari duduknya. “Masuk!”

Rina lalu membuka pintu kamar yang memang tidak terkunci. Dilihatnya sang ayah sudah menengok memandang kepadanya.

Rina langsung lemparkan senyum, membuat perasaan Dedy langsung terasa nyaman, meski wajahnya tetap menunjukkan kedinginan tanpa senyum.

“Kenapa, Rin?” tanya Dedy dingin.

Dengan ekspresi senang, Rina menghampiri ayahnya, sambil katanya, “Suprise untuk Papa, ini hadiah pertama dari Rina untuk Papa.”

“Hadiah?” ucap ulang Dedy, sama dengan yang lainnya. Wajahnya menunjukkan keheranan, meski Rina telah menyodorkan paper bag di tangannya kepada ayahnya itu.

“Iya, makanya suprise, Pa!” tandas Rina dengan senyum cantiknya.

Meski sikapnya masih terlihat dingin menyikapi suprise dari puterinya itu, tapi dalam hati Dedy ada seuntai kebahagiaan yang muncul di saat kedukaan dan kemarahan sedang mengeram di dasar perasaannya oleh sebab kehamilan Rani sebelum menikah.

Seraya menatap curiga kepada Rina, Dedy bangkit dari duduknya dan menerima hadiah putrinya yang untuk pertama kali baginya.

“Ya Allah, anak nakal ini memberiku hadiah, pertanda apa ini?” tanya batin Dedy seraya tajam menatap wajah anaknya.

Dedy mengeluarkan isi tas itu, sementara Rina berdiri seraya terus tersenyum, meski wajah ayahnya begitu dingin.

Setelah dibuka, ternyata ada tiga item di dalam tas itu. Sebuah sarung, sebuah baju dan sebuah peci berwarna putih. Mengetahui Rina memberikan hadiah berupa seperangkat pakaian salat, satu rasa yang begitu mengharu biru melanda perasaan hati terdalam Dedy.

Dedy memilih membuka bungkusan baju. Ternyata sebuah baju koko putih berbahan tebal dan berhiasan bordiran yang bagus di sepanjang tepian kancingnya.

Allaaahuakbar Allaaahuakbar!

Tiba-tiba suara lantunan azan Magrib masuk terdengar ke dalam kamar itu. Hadiah pakaian salat di waktu azan Magrib sangat membuat jiwa Dedy terguncang. Ia tidak bisa lagi menahan emosinya.

“Huuk huuk!”

Pria dingin itu akhirnya menangis dan memeluk puterinya. Rina yang sejak awal begitu gembira, berubah heran, hingga akhirnya ia pun terbawa dalam kesedihan ayahnya. Rina pun menangis. Ia balas memeluk erat ayahnya.

Inilah “keajaiban” bagi Dedy dan Rina.

Selama ini, keluarga kaya raya ini hidup dalam kehampaan, tidak ada keakraban selain hanya sapa dan dialog seperlunya. Dedy dan isterinya adalah pengusaha yang sibuk. Sejak menginjak sekolah SMP, Rani dan Rina sudah tidak terkendali dan tumbuh menjadi gadis-gadis yang hidup bebas tidak mau diatur oleh orang tua. Apa yang kedua gadis ini mau dan suka, maka itu yang mereka lakukan.

Rani memilih kuliah sambil bekerja di sebuah manajemen rumah produksi di bidang hiburan yang banyak bergaul dengan orang-orang entertainment dan akrab dengan artis-artis. Hingga akhirnya ia memetik hasil berupa kehamilan di masa pacaran sebelum menikah.

Rina hidup dengan kebanggaan kekayaan orang tua dan menjadi siswi terpopuler dengan kecantikannya di sekolah. Selain seorang pelajar kelas dua di SMK, Rina juga memegang status ketua sebuah geng siswi perempuan, meski pagi tadi ia telah menyatakan mundur dan keluar dari kelompok gengnya.

Sejak empat hari lalu, tiba-tiba Rina memutuskan untuk berhijab dan mulai merubah gaya hidup materialistis untuk menuju kepada gaya hidup yang religius.

Dedy melepaskan pelukannya. Ia memegang kedua bahu puterinya dan menatapnya dalam tangisan.

“Papa akan mulai salat, Papa akan mulai salat!” kata Dedy dalam sesegukan tangisnya. Ia merasa benar-benar bersyukur. Jenis hadiah yang puterinya berikan, sangat jelas maksudnya apa.

Suasana mengharu biru yang diiringi lantunan azan Magrib tampak begitu indah. Dua hati antara ayah dan anak perempuannya menyatu dalam satu rasa. Keduanya merasa, ada hidayah dan rahmat Allah yang turun kepada mereka.

“Terima kasih, Pa,” ucap Rina, lalu kembali memeluk tubuh ayahnya. Kali ini, justeru tangis Rina yang meledak. Meski ia membelikan hadiah untuk ayahnya sejak siang tadi, tapi justeru saat ini seolah ia baru menemukan rasa cinta yang begitu dalam kepada ayahnya. Sekarang ia merasa sangat mencintai ayahnya.

“Kamu harus terus bersahabat dengan temanmu yang berjilbab itu,” bisik Dedy, merujuk pada sosok Barada.


Memang, sosok Barada lah yang sangat mempengaruhi perubahan diri Rina. Teman sekolah beda kelas yang Rina akrabi sejak sepekan yang lalu.

Bersambung: Kejutan di Sore Hari (4C)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar:

  1. AYO BURUAN BERGABUNG BERSAMA KAMI DI
    ======== WWW.BOLA206.NET ========
    Hanya 1 Rekening Anda Sudah Bisa Bermain Di Bola206
    1 User id Sudah Bisa Bermain Semua Game Di bawah Ini.
    - BANDAR SABUNG AYAM S1288 & CF88 ( LIVE )
    - BANDAR SABUNG BANTENG CF88 ( LIVE )
    - SBOBET BOLA
    - SBOBET CASINO
    - ION CASINO
    - IBCBET/MAXBET
    - CMD
    - GD88
    - 855CROWN
    - 988bet
    - MAXBET
    - FISH HUNTER ( TERBARU )
    Minimal DP & WD 50RB
    Proses DP & WD HANYA 2 MENIT
    ( Via Live Chat ) Respon Cepat
    Costumer Service 24 Jam Online :
    Pin BBM : 2BE31C1E
    Pin BBM : D62C46CB
    Line :+85593841628
    Skype : Bola206
    FB : Bola_206
    Twitter : Bola206
    Pinterest : Bola206
    Dapatkan juga :
    Bonus Rollingan Casino 1%
    Bonus Cashback Sabung Ayam & SPORTBOOK 5%
    Bonus Refferral SPORTBOOK 2,5% SEUMUR HIDUP
    ======== WWW.BOLA206.NET ========

    http://www.bola206.ml/2017/05/agent-betting-online-terpercaya-sejak.html
    http://www.infobolahot206.tk/2017/06/madrid-ingin-jual-bale-ke-mu.html
    http://www.informasiterdepanseputarkehidupankita.tk/2017/06/polisi-periksa-ketua-rw-korban.html
    http://www.infohotdunia206.tk/2017/06/dipastikan-aman-konser-rock-am-ring.html
    http://www.politikhotindonesia.tk/2017/06/ketum-ppp-cek-sound-dua-kepala-daerah-1.html
    http://www.infounik206.tk/2017/06/tahukah-kamu-mengapa-tinggi-kasir.html

    BalasHapus
  2. AYO BURUAN BERGABUNG BERSAMA KAMI DI
    ======== WWW.BOLA206.NET ========
    Hanya 1 Rekening Anda Sudah Bisa Bermain Di Bola206
    1 User id Sudah Bisa Bermain Semua Game Di bawah Ini.
    - BANDAR SABUNG AYAM S1288 & CF88 ( LIVE )
    - BANDAR SABUNG BANTENG CF88 ( LIVE )
    - SBOBET BOLA
    - SBOBET CASINO
    - ION CASINO
    - IBCBET/MAXBET
    - CMD
    - GD88
    - 855CROWN
    - 988bet
    - MAXBET
    - FISH HUNTER ( TERBARU )
    Minimal DP & WD 50RB
    Proses DP & WD HANYA 2 MENIT
    ( Via Live Chat ) Respon Cepat
    Costumer Service 24 Jam Online :
    Pin BBM : 2BE31C1E
    Pin BBM : D62C46CB
    FB : Bola_206
    Twitter : Bola206
    Dapatkan juga :
    Bonus Rollingan Casino 1%
    Bonus Cashback Sabung Ayam & SPORTBOOK 5%
    Bonus Refferral SPORTBOOK 2,5% SEUMUR HIDUP
    ======== WWW.BOLA206.NET ========

    http://www.bola206.ml/2017/05/agent-betting-online-terpercaya-sejak.html
    http://berita206206.blogspot.com/2017/06/diduga-dibunuh-cicit-nenek-di-bali.html
    http://berita206206.blogspot.com/2017/06/smrc-jokowi-dan-prabowo-head-to-head.html
    http://berita206206.blogspot.com/2017/06/ganjar-minta-gunung-kemukus-dijadikan.html
    http://berita206206.blogspot.com/2017/06/ekstasi-dibawa-wanita-di-bandara-ngurah.html

    BalasHapus