![]() |
| Ilustrasi Muhammad Al-Fatih. |
Dari Abdullah bin
Bisyr Al Ghonawi, ia berkata: Bapakku telah menceritakan kepadaku: Saya
mendengar Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam bersabda,
لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ ولنِعمَ الأميرُ
أميرُها ولنعم الجيشُ ذلك الجيشُ
“Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin
adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang
saat itu“. 1
Seorang sultan bernama Muhammad Al-Fatih pada tahun 29 Mei 1453, 564
tahun yang lalu, merealisasikan rencana gilanya, untuk mengangkut 70 kapal
perang menaiki bukit Galata, setelah melihat kenyataan bahwa kapal tidak bisa
menembus jalur laut karena blokade rantai raksasa.
Ketika penaklukan itu terjadi, dia baru berusia 21 tahun lebih 2 bulan
(Kalender Masehi) atau sekitar 22 tahun (Kalender Hijriyah), hafal Al-Quran
sejak belia, menguasai tujuh bahasa dan berbagai bidang keilmuan yang ada pada
jamannya.
Ia tidak pernah meninggalkan salat jamaah sebagaimana dia juga
perintahkan kepada seluruh prajuritnya.
Ia tidak pernah melihat pundak orang lain di depannya ketika salat
jamaah. Dan bahkan dia sendiri tidak pernah meninggalkan salat malam sejak aqil baligh.
Berbagai cara untuk penaklukan Konstatinopel, kota paling prestisius
pada masanya, telah dilakukan sejak beberapa generasi sebelumnya tanpa
membuahkan hasil.
Maka terwujudlah sabda Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam, “Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel,
sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan
adalah pasukan perang saat itu“. (HR. Ahmad)
1)
Hadits
ini lemah. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 4/235, Bukhori dalam Tarikh Shoghir hal. 139, Thobroni dalam
Al Kabir 1/119/2, Hakim 4/4/422, Ibnu Asakir 16/223 dan lainnya.
Sisi
cacatnya, Abdullah bin Bisyr Al Ghonawi dia seorang perawi yang majhul dan hanya ditsiqahkan oleh Ibnu
Hibban, padahal beliau masyhur dengan
tasahul-nya (sikap menggampangkan).
Meskipun demikian Imam Al Hakim berkata: “sanadnya sahih dan disepakati oleh
Adz Dzahabi” (lihat Silsilah Adh Dha’ifah,
878).
Pembukaan
kota Konstantinopel adalah sebuah fakta yang diceritakan dalam banyak hadits
yang sahih. Hanya saja hadits di atas meskipun sangat masyhur adalah sebuah
hadits yang lemah, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani.


0 komentar:
Posting Komentar