Pembebasan Al-Aqsha Tidak Harus Pakai Senjata

Imam Jama'ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur. (Foto: Nur Hadits/MINA)
Bogor, MINA - Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur mengatakan bahwa pembebasan Masjid Al-Aqsha yang kini dikuasai oleh pemerintah Israel, tidak harus pakai senjata.

Pada puncak acara tablig akbar Jama’ah Muslimin di Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Provinsi Jawa Barat, Imam Yakhsyallah mengisahkan sebuah hadits yang menjelaskan pernahnya umat Islam membebaskan sebuah negeri tanpa menggunakan senjata.

“Jangan remehkan kalimat takbir. Umat Islam pernah membebaskan sebuah negeri, mereka tidak menggunakan senjata, tidak melemparkan panah sama sekali. Mereka hanya mengucapkan laa ilaha illallah dan takbir,” ujarnya. “Terbukti pembebasan terbesar dalam Islam, Pembebasan Makkah, tanpa menggunakan senjata.”

Sebelumnya pada acara yang sama, Sakuri, Pimpinan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jabodetabek mengatakan bahwa umat Islam akan ditanya “bagaimana kamu membela Al-Aqsha” oleh Allah nanti di akherat.

Dalam rangkah membebaskan Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama dalam Islam, Sakuri mengimbau agar muslimin memperbanyak puasa Senin dan Kamis atau puasa Nabi Daud.

Selain puasa, ulama berusia 57 tahun ini juga mengajurkan muslimin rutin salat malam. Menurutnya, Masjid Al-Aqsha yang kini berada di bawah kekuasaan otoritas Israel, hanya bisa dibebaskan oleh pasukan yang tidak pernah meninggalkan salat tahajud sebagaimana Salahuddi Al-Ayyubi yang pernah membebaskan Al-Aqsha.


Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: