![]() |
| Super-Dvora MK III. |
London, KHILAFAH TERAKHIR --- Israel diduga telah melanjutkan penjualan
peralatan militernya kepada Myanmar selama berlangsungnya krisis Rohingya
terbaru.
Baru-baru ini, dua kapal tempur buatan Israel dipamerkan di
sebuah unggahan Facebook Angkatan
Laut Myanmar, lapor The Independent yang
berbasis di London, Inggris.
"Selamat datang di Angkatan Laut Myanmar,"
tulisnya. "Super-Dvora MK III bergerak maju dengan kecepatan 45 knot di
perairan Myanmar."
Namun, unggahan itu kini sudah tidak dapat diakses.
Kapal pengangkut senjata itu memiliki stasiun senjata jarak
jauh yang memungkinkan militer memasang senapan mesin berat atau meriam 30mm.
Kapal patroli tersebut dapat digunakan untuk menyerang
pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh.
Namun, Kementerian Luar Negeri Israel membantah laporan media
bahwa pihaknya telah menjual senjata canggih kepada Myanmar dan menolak dugaan
keterlibatannya dalam tragedi di wilayah Negara Bagian Rakhine, pusat krisis
kekerasan yang banyak membunuh Muslim Rohingya.
Lebih dari 603.000 orang Rohingya telah eksodus dari Myanmar
ke Bangladesh sejak tindakan keras militer pada akhir Agustus.
Eitay Mack, seorang pengacara Israel telah mengajukan petisi
ke pengadilan Tinggi Israel untuk melarang penjualan senjata ke Myanmar.
Mi’raj News Agency
(MINA)


0 komentar:
Posting Komentar