![]() |
| Mahasiswi Kampus Wanita di Srinagar, Kashmir. (Foto: GK) |
Srinagar, MINA - Mahasiswi dari Kampus Wanita di Kashmir melakukan
demonstrasi yang mendesak kepolisian India segera mengungkap dan menangkap
pelaku pemotongan rambut kepang wanita yang marak terjadi secara misterius.
Demonstrasi dilakukan pada Sabtu (7/10) di Downtown kota Srinagar,
Negara Bagian Jammu dan Kashmir, yang berujung bentrokan dengan aparat keamanan
yang mengamankan jalannya aksi.
Demonstran menganggap polisi gagal menangkap para pelaku serangan
yang meresahkan kaum wanita India, bahkan orang-orang yang ditangkap dilepaskan
setelah diinterogasi singkat.
Serangan terbaru berbentuk memotong rambut kepang wanita dilaporkan
terjadi di Downtown, Srinagar dan di distrik Pulwama.
Saksi mata di lokasi deminstrasi mengatakan, para demonstran
melempari batu pasukan keamanan India yang dibalas dengan tembakan gas air
mata.
Protes juga diadakan di desa Manghama dan Pahoo di distrik
Pulwama, setelah dua wanita mengaku kepang mereka dipotong oleh orang tak
dikenal.
Ketika berita tentang insiden itu menyebar, warga turun ke
jalan di Manghama dan Pahoo melakukan demonstrasi. Para pemrotes memblokir
jalan Srinagar-Pulwama selama berjam-jam.
Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa wilayah di India
dihebohkan oleh kejadian misterius yang hingga saat ini belum terungkap.
Isu serangan pemotong rambut kepang bermula ketika beberapa
wanita mengungkapkan bahwa mereka mandapati rambut kepang mereka sudah
terpotong saat bangun tidur. Kemudian isu itu terdengar terjadi di beberapa
daerah yang berbeda.
Namun, polisi menyimpulkan, pemotongan rambut dilakukan oleh
korban sendiri karena gangguan mental atau psikologis, tapi klaim itu dibantah
keras oleh pemrotes dan para korban.
Mi’raj News Agency
(MINA)


0 komentar:
Posting Komentar