Greater Palestine - Sekjen Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah memperingatkan
bahwa Israel akan terlibat dalam perang antara AS dan Iran dan dapat
"dihancurkan" dalam konflik semacam itu.
"Iran dapat membombardir Israel dengan keganasan dan
kekuatan," kata Nasrallah dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi
Al-Manar milik Hizbullah, Jumat
(12/7), Times of Israel melaporkan.
"Ketika Amerika memahami bahwa perang ini dapat
melenyapkan Israel, mereka akan mempertimbangkan kembali," kata Nasrallah.
Komentarnya muncul di tengah ketegangan yang melambung
antara AS dan Iran.
Komentar itu muncul hanya beberapa jam setelah Dewan
Perwakilan Rakyat AS memilih untuk membatasi kemampuan Presiden AS Donald Trump
untuk menyerang Iran, menyuarakan kekhawatiran bahwa kebijakan Trump bisa
mendorong ke arah perang yang tidak perlu.
Sebelumnya dalam wawancara, Nasrallah mengatakan,
kelompoknya yang didukung Iran telah secara signifikan meningkatkan kemampuan
militernya sejak perang 2006 antara Hizbullah dan Israel.
"Senjata kami telah dikembangkan dalam kualitas dan
kuantitas, kami memiliki rudal dan drone presisi," katanya dalam wawancara
untuk memperingati 13 tahun sejak perang 2006.
Selama wawancara, Nasrallah memegang peta Israel dan
menunjuk ke sasaran strategis, yang menurutnya dapat dihantam Hizbullah, termasuk
Bandara Ben Gurion, gudang senjata, pabrik desalinisasi petrokimia dan air, dan
pelabuhan Ashdod.
Dia juga mengklaim misilnya dapat mengenai kota Israel
selatan, Eilat di Laut Merah.
Namun Nasrallah mengatakan, dia yakin tidak akan ada perang,
karena Israel takut akan konsekuensinya. (RH)


0 komentar:
Posting Komentar