![]() |
| Penombak ikan Gaza. (Foto: The Electronic Intifada) |
Greater Palestine - Para nelayan Palestina di Gaza terkadang harus menggunakan
cara-cara kreatif untuk mencari nafkah di bawah blokade Israel.
Spearfishing (penombak
ikan) adalah metode kuno menyelam dan menangkap ikan menggunakan tombak logam
atau tembakan besi panjang yang tajam. Metode kontemporer yang menggunakan speargun (tembakan tombak).
Israel saat ini membatasi penangkapan ikan di perairan
hingga enam mil laut di lepas pantai utara Gaza dan antara sembilan hingga 15
mil di lepas pantai tengah dan selatannya.
Pada tahun 2019, pasukan Israel menembak para nelayan
Palestina yang biasanya menggunakan perahu, 347 kali.
Peralatan untuk freediving
(menyelam bebas) dan spearfishing sulit
didapat di Gaza.
"Peralatan menyelam sangat mahal dan tidak tersedia
karena blokade Israel di Jalur Gaza," kata Mahmoud Al-Housh, seorang penombak
ikan di Gaza kepada The Electronic
Intifada.
Israel menganggap barang-barang ini sebagai "tujuan
ganda" yang berarti mereka bisa berfungsi sebagai senjata, menjadi dalih
yang digunakan untuk melarang berbagai barang memasuki wilayah tersebut.
"Jadi itu masalah besar bagi kami sebagai penyelam dan
profesional," kata Muhannad, seorang spearfisher
yang meminta tidak disebutkan namanya secara penuh.
Juga tidak ada pusat pelatihan di daerah kantong pantai itu.
“Di sini, kami mengandalkan diri kami sendiri. Kami tidak
memiliki klub pelatihan. Kami menghadapi banyak kesulitan,” tambah Muhannad.
Untuk menghindari kesulitan-kesulitan itu, para nelayan di
Gaza melakukan apa yang mereka miliki.
Dengan menggunakan senapan dan kayu tua, mereka membuat
tombak sendiri untuk menangkap ikan.
"Pada awalnya, kami memancing dengan jaring
ringan," kata Ashraf Al-Amoudi kepada The Electronic Intifada. Saat itu sedang
menyiapkan speargun.
“Lalu kami ingin memancing menggunakan speargun. Kami mulai
menciptakan dan melakukan pembelajaran di internet dan YouTube,"
ungkapnya.
Tangkapan umum spearfisher biasanya ikan kakap, belanak dan
ikan kembung. (Palestiner/Rudi Hendrik)
Sumber: Video oleh Mohammed Asad di The Electronic Intifada


0 komentar:
Posting Komentar